Berita Kaltara Terkini

Miliki Resiko Besar Penyebaran Penyakit, Distan Kaltara Sebut Izin Datangkan Sapi Hanya untuk Kurban

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara menyampaikan kebutuhan sapi untuk Idul Adha atau kurban pada tahun ini mencapai 2.500 ekor.

TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Ilustrasi - Aktivitas peternakan sapi di Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara menyampaikan kebutuhan sapi untuk Idul Adha atau kurban pada tahun ini mencapai 2.500 ekor.

Angka tersebut merupakan prediksi yang didasarkan pada jumlah hewan kurban pada tahun 2022 lalu.

Guna memenuhi kebutuhan tersebut, DPKP Kaltara telah memberikan lampu hijau kepada pelaku usaha untuk mendatangkan sapi dari luar Kaltara.

Meski demikian, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP Kaltara Muhammad Rais Kahar mengatakan ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pelaku usaha sebelum mendatangkan sapi dari luar Kaltara.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban di Kaltara, Butuh 2.500 Ekor Sapi, Mayoritas Didatangkan dari Sulawesi

Tak hanya itu, dirinya menyampaikan sapi-sapi yang nantinya didatangkan juga hanya diperuntukan untuk keperluan sapi potong dan kebutuhan kurban semata.

"Jadi untuk tahun ini kita hanya buka khusus untuk lalu lintas sapi potong dan hewan kurban saja," kata Muhammad Rais Kahar, Senin (22/5/2023).

"Karena kalau kita buka untuk semua termasuk untuk bibit itu resikonya besar," ungkapnya.

Rais Kahar menjelaskan jika sapi-sapi dari luar Kaltara diperuntukan untuk keperluan lainnya seperti pembibitan maka berpotensi menimbulkan resiko.

Resiko utamanya ialah penyebaran penyakit, suatu hal yang selama ini dihindari oleh DPKP Kaltara sebab Kaltara masih dalam status zona hijau penyebaran penyakit pada ternak.

Baca juga: Balai Karantina Usul Analisis Risiko, Sapi dari Zona Kuning Gorontalo Bisa Kembali Masuk ke Tarakan

"Jadi untuk kurban ini kalau angkanya sudah memenuhi itu bisa habis dan tidak ada lagi yang tersisa sehingga tidak ada lagi potensi penyakit, artinya sudah selesai untuk dikurbakan semua," jelasnya.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved