Liga Italia
Thuram Buktikan Inter Milan Move on dari Lukaku, Gestur Lautaro Martinez Lengkapi Derita Big Rom
Penyerang Inter Milan, Marcus Thuram membuktikan Nerazzurri move on dari Romelu Lukaku, gestur Lautaro Martinez lengkapi derita bomber AS Roma.
TRIBUNKALTARA.COM - Penyerang Inter Milan, Marcus Thuram membuktikan Nerazzurri move on dari Romelu Lukaku, gestur Lautaro Martinez lengkapi derita bomber AS Roma.
Kekalahan AS Roma di markas Inter Milan, disebut-sebut sebagai pertandingan terburuk Romelu Lukaku selama kariernya di Liga Italia Serie A, Senin (30/10/2023).
Berstatus tim tamu, AS Roma yang mengandalkan Romelu Lukaku tak berkutik dengan permainan Inter Milan.
Stadion Giuseppe Meazza bukan lagi panggung indah bagi Romelu Lukaku yang sempat memainkan 132 pertandingan berseragam Inter Milan.
Panggung tersebut justru dicuri oleh debutan Liga Italia Serie A, sekaligus gacoan baru Inter Milan, Marcus Thuram.
Rekan duet Lautaro Martinez tersebut berhasil menjadi pemecah kebuntuan sekaligus mempecundangi Romelu Lukaku di depan tifosi Inter Milan.
Sebenarnya bukan hanya soal kekalahan AS Roma yang membuat laga itu menjadi malam terburuk Romelu Lukaku.
Sambutan riuh bernada sindiran dari tifosi Inter Milan, serta gesture yang tidak diharapkan Romelu Lukaku dari mantan rekan-rekannya di Nerazzurri, jelas mempengaruhi mentalitas dan psikologis sang pemain.
Alih-alih mampu menebar ancaman, penyerang berjulukan Big Rom itu tak dapat bergerak bebas sepanjang pertandingan.
Baca juga: Lukaku Kena Teror saat AS Roma Tandang ke San Siro, Mourinho Murka hingga Semprot Ultras Inter Milan
Akibatnya, kehadiran Romelu Lukaku di laga tersebut hanya menjadi figuran.
Ekspresi kecewa sekaligus gugup terlihat dari wajah Romelu Lukaku ketika Marcus Thuram mencetak gol untuk Inter Milan.
Big Rom sesekali mengarahkan pandangannya ke arah para pemain Inter Milan yang melakukan selebrasi.
Seolah mengingatkan masa-masa indah Romelu Lukaku sewaktu masih menjadi idola publik Meaza musim lalu.
Para pemain Inter Milan langsung menghampiri Marcus Thuram dan ikut merayakan gol ke gawang AS Roma.
Bahkan Marcus Thuram tampak menikmati namanya dipuja riuh di stadion.
Atmosfer itu jelas membuktikan Marcus Thuram telah membantu Inter Milan move on dari seorang Romelu Lukaku.
Nama yang dipuja-puja seisi Stadion Giuseppe Meazza, berubah menjadi Marcus Thuram, bukan lagi Lukaku.
Hebatnya lagi, di depan Romelu Lukaku pula lah, Marcus Thuram memecahkan rekor penting bersama Inter Milan.
Golnya ke gawang AS Roma menjadikan Marcus Thuram sebagai pemain yang paling banyak terlibat gol untuk Inter Milan dalam 10 pertandingan pertama di Serie A.
Total Marcus Thuram telah berkontribusi dalam 9 gol, dengan rincian 4 gol serta 5 assist di Liga Italia.
Penyerang asal Prancis tersebut menjadi pemain Inter yang sukses mengukir rekor tersebut dalam 20 tahun terakhir.
Baca juga: Thuram Cetak Gol-gol Penting bagi Inter Milan: Sukses Balaskan Dendam Nerazzurri ke Lukaku
Jelas Marcus Thuram menjelma sebagai idola baru Nerazzurri, mencetak gol ke gawang AS Roma dengan nomor punggung 9 yang pernah dikenakan Romelu Lukaku bersama Inter Milan.
Seusai laga, Marcus Thuram tampak bertukar jersey dengan Romelu Lukaku, seperti ingin tetap menjaga respek pada seniornya.
Kendati mampu mempecundangi Romelu Lukaku, Marcus Thuram enggan berkomentar lebih jauh.
"Saya tidak fokus pada hal-hal ini (Lukaku), itu adalah pertandingan penting di liga dan kami ingin menang, hal-hal lain tidak menarik minat saya," kata Marcus Thuram, melansir Gazzetta dello Sport.
Menurutnya, ia hanya menikmati gol dan kemenangan Inter Milan lantaran laga melawan AS Roma sangat menguras energi.
"Saya bekerja untuk mencetak gol dan assist, saya tiba di sini dan mulai bekerja keras," ujar striker asal Prancis ini.
"Kami menikmati kemenangan bersama para penggemar dan itulah yang paling penting.
Selalu menyenangkan untuk mencetak gol di kandang, di depan para penggemar kami," ucapnya menambahkan.
Gestur Lautaro Martinez
Selain Marcus Thuram, Lautaro Martinez juga menjadi pembeda di laga Inter Milan vs AS Roma.
Bukan soal gol maupun assist, melainkan gesture Lautaro Martinez saat berhadapan dengan Romelu Lukaku.
Striker asal Argentina itu benar-benar melupakan masa lalunya bersama Big Rom, ketika keduanya bersua sebagai lawan di Liga Italia Serie A.
Alihi-alih menyambut Romelu Lukaku seperti teman dekat, Lautaro Martinez justru menunjukkan gestur seolah tak pernah mengenali Big Rom.
Momen pertama, terlihat ketika kedua tim memasuki lapangan, Lautaro Martinez menolak pelukan dari Romelu Lukaku.
Lautaro hanya menyalami Big Rom, dan tak mau membalas pelukan mantan rekan duetnya itu.
Baca juga: Lihat Messi Angkat Ballon dOr 2023, Lautaro Martinez Umbar Janji ke Inter Milan
Momen kedua, Lautaro Martinez tak pernah terlibat kontak mata maupun pembicaraan dengan Romelu Lukaku sepanjang pertandingan, meskipun mereka sempat berhadapan.
Momen ketiga, Kapten Inter Milan itu tampak sangat girang ketika Marcus Thuram mencetak gol pemecah kebuntuan.
Penyerang berjulukan El Toro itu bahkan ikut merayakan dengan luapan emosional bersama Marcus Thuram.
Momen Lautaro Martinez sangat girang merayakan gol rekan-rekannya, belum pernah terjadi sebelumnya.
Baru kali itu, Lautaro Martinez terlihat puas dan sangat girang walau tidak mencatatkan namanya di papan skor.
Bukan sekali saja Lautaro Martinez merayakan gol Marcus Thuram.
Ada tiga kali kamera menangkap gestur Lautaro Martinez merayakan gol hanya berdua dengan Marcus Thuram.
Bahkan Lautaro merangkul dan mengajak Thuram untuk melompat, diiringi keriuhan suporter.
Baca juga: Pernyataan Mourinho Usai AS Roma Kalah dari Inter Milan, The Special One Bikin Ribut Lagi di Serie A
Ketika laga usai, Lautaro Martinez juga kembali mendatangi Marcus Thuram untuk memeluk dan berselebrasi bersama di depan tifosi Nerazzurri.
Gestur Lautaro Martinez tersebut menjadi pelengkap derita Romelu Lukaku yang kembali ke markas mantan klubnya.
Kini Romelu Lukaku hanya bisa menatap apesnya AS Roma yang mendiami papan tengah klasemen sementara Liga Italia Serie A.
Giallorossi duduk di posisi 9 dengan 14 poin.
Berbeda dengan Inter Milan yang berhak atas posisi Capolista dengan 25 poin.
Rating Pemain Inter Milan versi Sky Sport Italia
- Inter Milan (3-5-2)
1-Yann Sommer - 6,5
28-Benjamin Pavard - 6,5
15-Francesco Acerbi - 7
95-Alessandro Bastoni - 6,5
2-Denzel Dumfries
23-Nicolo Barella
20-Hakan Calhanoglu
22-Henrikh Mkhitaryan
32-Federico Dimarco - 7
9- Marcus Thuram - 7
10-Lautaro Martínez - 6,5
Cadangan
36-Matteo Darmian - 6
21-Kristjan Asllani - 6
16-Davide Frattesi - 6
Carlos Augusto - 6,5
Pelatih: Simone Inzaghi - 6,5
(*)
(TribunKaltara.com / Cornel Dimas Satrio K)
Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com
Follow Twitter Tribun Kaltara Redaksi
Follow Instagram tribun_kaltara
TikTok tribunkaltara.com
YouTube Shorts TribunKaltara.com
Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Inter-Milan-vs-AS-Roma-Romelu-Lukaku-301023.jpg)