Selasa, 12 Mei 2026

Berita Nunukan Terkini

Balai Guru Penggerak Kaltara Gelar Lokakarya, Harap Kualitas dan Profesionalisme Pendidik Terwujud

Balai Guru Penggerak Kaltara menyelenggarakan Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 8 reguler se-Kabupaten Nunukan, Minggu (03/12/2023)

Tayang:
Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
HO/ Titus Prokopim Setkab Nunukan
Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyelenggarakan Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 8 reguler se-Kabupaten Nunukan di ruang VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Minggu (03/12/2023). 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyelenggarakan Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 8 reguler se-Kabupaten Nunukan di ruang VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Minggu (03/12/2023).

Lokakarya 7 PGP angkatan 8 Kabupaten Nunukan kali ini mengambil tema 'Festival Panen Hasil Belajar'.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Tuwo menjelaskan bahwa PGP adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.

Program tersebut meliputi pelatihan secara Daring (dalam jaringan), lokakarya, konferensi, dan pendampingan.

Baca juga: KPU Nunukan Sebut Tersisa Logistik Pemilu Berupa Alat Dukung Kelengkapan di TPS Datang Bertahap

"Program ini merupakan upaya dari pemerintah untuk mewujudkan guru yang semakin profesional, berkarakter pendidik, dan memiliki keinginan yang tinggi untuk menjadikan para murid yang semakin berkualitas," kata Tuwo kepada TribunKaltara.com, Senin (04/12/2023), sore.

Menurutnya, setelah melalui pendidikan selama enam bulan dengan metode pelatihan secara Daring maupun tatap muka, lokakarya, konferensi, serta pendampingan, selanjutnya ditetapkan 15 peserta sebagai calon PGP angkatan 8 Reguler. Terdiri dari guru SD, SMP, dan SMA.

Tuwo berharap ke depan calon guru penggerak mampu memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan melakukan refleksi kritis dengan konteks pendidikan lokal maupun nasional.

"Calon guru penggerak harus mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif. Serta mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada siswa," ucapnya.

Dia mengaku, Pemerintah Kabupaten Nunukan hingga saat ini terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas para pendidik melalui berbagai macam program kegiatan yang bersifat pengayaan profesi.

Baca juga: Ibu Bhayangkari di Nunukan Minta Keadilan, Jadi Korban KDRT hingga Suami Selingkuh Punya Dua Anak

"Saya berharap segala program dan kegiatan, termasuk juga lokakarya ini serius dilakukan untuk mewujudkan kualitas para pendidik yang mumpuni. Sehingga depan dapat tercipta sebuah ekosistem pendidikan yang berkualitas. Muaranya adalah terwujudnya siswa-siswi yang berkualitas juga," ujar Tuwo.

Tuwo meyakini bahwa pendidikan formal maupun non formal yang diterima oleh masyarakat Kabupaten Nunukan semakin baik dan berkesinambungan.

"Saya mengajak masyarakat untuk membulatkan tekad bersama membangun daerah yang dimulai dengan meningkatkan kualitas dan profesionalisme para pendidiknya. Semoga apa yang kita lakukan ini dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Nunukan dalam rangka untuk mewujudkan generasi emas 2045," ungkap Tuwo.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved