Minggu, 3 Mei 2026

Berita Daerah Terkini

UPDATE Kebakaran Besar di Balikpapan, Api Muncul Bersamaan Adzan Subuh, 45 Rumah Ludes Terbakar

Kebakaran besar melanda permukiman padat di Balikpapan pada Senin (18/3/2024) pagi. Api muncul bersamaan adzan subuh, 45 rumah ludes terbakar.

Tayang:
Editor: Sumarsono
Tribunkaltim.co/Edo
Kebakaran besar melanda permukiman padat di Balikpapan pada Senin (18/3/2024) pagi. Api muncul bersamaan adzan subuh, sedikinya 45 rumah terbakar. 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN - Kebakaran besar melanda permukiman padat di Balikpapan pada Senin (18/3/2024) pagi. Api muncul bersamaan adzan subuh, sedikinya 45 rumah terbakar.

Musliatin baru saja mengakhiri santap sahur bersama keluarga. Dia bersama anaknya lantas bersiap untuk menunaikan salat subuh, Senin (18/3/2024).

Peringatan imsak menandai berakhirnya makan sahur sudah terdengar.

Sayup-sayup suara kajian dari pengeras suara masjid sudah menyusul, pertanda adzan subuh sebentar lagi berkumandang. Jam di layar ponsel menunjukkan sekitar pukul 04.50 WITA.

Musliatin tak berpikir hal buruk. Tak ada prasangka buruk usai sahurnya rampung.

Wanita Ibu Rumah Tangga ini menganggap semua berjalan normal dan tak ada perasaan gundah.

Tak berselang lama, azan subuh terdengar. Musliatin mulai beranjak dari tempat duduknya, berniat menyiapkan mukenah dan sajadah.

Baca juga: Tinjau Lokasi Kebakaran, Bupati Bulungan Minta OPD Bantu Pengurusan Dokumen Warga yang Terbakar

Di saat itu, tiba-tiba dia mendengar suara gemeretak yang mengganggu. Semakin lama, kian intens.
Musliatin yakin betul, suara asing itu datang dari atap rumahnya.

Sempat mengira rintik hujan, namun Musliatin masih meragu.

Seraya bertanya-tanya, Musliatin memastikan dengan melihat keluar mengingat suara asing itu tak kunjung berhenti.

Setelah membuka pintu, Musliatin terbelalak, bibirnya spontan tak henti mengucap zikir.

Pemandangan di depan matanya membuatnya panik.

Api melahap sejumlah rumah di RT 09, Balikpapan pada Senin (18/3/2024) pagi. Petugas pemadam kebakaran dibantu Pertamina Hulu Mahakam berjibaku memadamka
Api melahap sejumlah rumah di RT 09, Balikpapan pada Senin (18/3/2024) pagi. Petugas pemadam kebakaran dibantu Pertamina Hulu Mahakam berjibaku memadamka (TRIBUNKALTIM.CO)

Dia baru menyadari, bukan rintik hujan yang menimbulkan suara aneh itu. Pandangannya merekam jelas: rumahnya dihujani bara api.

"Saya kira hujan, bunyi di atas atapku itu. Tak buka pintu, ternyata lain. Api yang jatuh," ujar Musliatin kepada TribunKaltim, sambil menyeka air mata dengan jilbabnya.

Dirinya lantas merangkul anak-anaknya, bergegas angkat kaki dari rumah dan menjauh sebisanya.

Rumahnya yang ditopang kayu ulin itu, terus dihujani bongkahan material yang terbakar.

Sambil berlari setengah merunduk, Musliatin terus melangkah jauh dari rumahnya.

Dia baru menyadari, rumah bertingkat sebelah rumahnya, tengah menjadi santapan api.

Musliatin meyakini, rumah tetangganya tersebut yang menjadi sumber api pertama kali.

Meski dirundung sedih, dia bertanya-tanya, bagaimana bisa rumah itu terbakar sementara tak ada penghuni. 

Baca juga: TRAGIS Satu Korban Meninggal Akibat Kebakaran di Samarinda, Ayu Histeris Lihat Kobaran Api Pom Mini

"Ada orangnya rumah sebelah, cuma saya tahunya lagi nggak di sini. Nggak tahu kemana," ujar Musliatin lagi.

Tak butuh waktu lama, api terus merambat ke bangunan lain, tak terkecuali milik Musliatin.

Dia terus meratap, tak ada barang yang bisa diselamatkan selain nyawa. 

Musliatin masih tak percaya, kebakaran hebat melanda pemukiman tempat dia tinggal di Jalan Jendral Sudirman RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan.

Lalu lalang warga yang berlarian lantaran tak kalah panik, mengiringi langkah kakinya mengevakuasi diri.

Sebagian terlihat hanya tangan kosong, sebagian lagi masih sempat memboyong pakaian dan perabotan.

Tragis! Kebakaran di Jalan HM Ardans, RT 12, Kelurahan Sempaja Barat, Kota Samarinda, Sabtu (16/3) pagi, meninggalkan kisah pilu.
Tragis! Kebakaran di Jalan HM Ardans, RT 12, Kelurahan Sempaja Barat, Kota Samarinda, Sabtu (16/3) pagi, meninggalkan kisah pilu. (Tribun Kaltim)

Di tengah kebingungan itu, dia mengikuti para warga yang berlari ke arah tepi pantai.

Dari sana, pemandangan api yang terus membesar terlihat jelas. 

Musliatin mengingat, petugas pemadam berangsur-angsur berdatangan, diiringi suara sirine yang saling bersahutan. Lalu melakukan penyemprotan dari berbagai sisi.

Dia bersama warga hanya bisa menyimak dari tepi pantai.

Para warga berkerumun dan terus berdatangan. Pekikan suara panik terus menggema di telinga Musliatin.

Pemadaman terus berlangsung.

Baca juga: Pakaian Sekolah dan Dokumen Terbakar, Korban Kebakaran di Bulungan Ngungsi ke Rumah Keluarga

Memasuki pukul 07.30 Wita, api lambat laun berhasil dikuasai, menyisakan kepulan asap putih dan pemandangan kerangka rumah yang hangus.

Sementara di tepi pantai, barang-barang pribadi tampak berjejer menghadap pantai.

Tak hanya tas berisi pakaian, perangkat elektronik seperti kulkas, televisi, dan semacamnya ikut mendarat di atas tepi pantai. 

"Saya nggak bawa apa-apa," ujarnya sesenggukan diikuti anaknya yang ikut menangis, menatap kosong ke bekas rumahnya yang habis dilahap api.

Akibat dari kejadian ini, banyak warga yang harus kehilangan tempat tinggal. Berdasarkan pendataan terbaru, api melahap 40 rumah, menyebabkan 92 KK dan 257 jiwa tak lagi memiliki rumah.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, memastikan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini. 

Dalam mengatasi si jago merah, lanjut Usman, pihaknya mengerahkan sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kota Balikpapan, dibantu 1 unit dari Polda Kaltim, dan 3 unit PMK Pertamina Balikpapan.

Api baru bisa dikendalikan hampir 3 jam. Dari semula langit masih gelap, hingga terang.

Menurut Usman, pemadaman sempat terkendala masalah suplai air.

Ditambah titik api yang berlokasi di pemukiman padat penduduk, pihaknya harus berjibaku mencari celah agar bisa menyemprotkan air tepat sasaran.

Sementara itu, Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan, menjelaskan, posko kebencanaan kebakaran telah didirikan untuk membantu para korban.

Baca juga: UPDATE Kebakaran di Samarinda, 34 Bangunan Ludes Dilalap Api, Warga dan Relawan Sempat Sesak Nafas

Petugas juga melakukan pendataan korban untuk mendapatkan bantuan.

Menurut sumber TribunKaltim.co, Api diduga berasal dari rumah warga bernama Solekhan (55) yang tengah bepergian ke Jawa. Sementara sedang ditempati oleh warga lain.

Rosin menyebutkan, penyebab kebakaran masih diselidiki. Namun dia mengira, insiden tersebut bermula dari korsleting listrik.

"Masih diinvestigasi," ucap Rosin. 

Lebih lanjut, pihaknya bersama Pemkot Balikpapan membangun posko darurat bagi korban terdampak. Setelahnya, dia akan berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai bantuan.

Kebakaran di Tanjung Palas, pada Jumat (01/04/2024) dini hari tadi.
Kebakaran di Tanjung Palas, pada Jumat (01/04/2024) dini hari tadi. (TRIBUNKALTARA.COM/ ISTIMEWA)

Sewa Rumah untuk Korban Kebakaran

Peristiwa kebakaran di Klandasan, Balikpapan, Kalimantan Timur menghanguskan  45 rumah.

Akibatnya 49 Kepala Keluarga (KK) atau 257 jiwa  kehilangan tempat tinggal. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Kerugian material pun belum bisa ditaksirkan.

Ketua RT setempat (RT 09), Sukandar, menceritakan api pertamakali diketahui berasal dari salah satu rumah warga yang ditinggalkan sementara oleh pemiliknya ke luar daerah.  

"Nah yang disuruh menjaga rumah ini, ini orang bukan warga saya. Dia warga lain. Cuma karena kenal sama yang punya rumah, infonya sudah tiga hari tinggal.

Tapi nggak ada laporan sama saya kalau rumah itu dikosongkan atau disuruh nunggui,” sambungnya.

Warga korban kebakaran pun menyebutkan, api pertama kali muncul di sebuah rumah kontrakan yang ditinggal keluar daerah oleh pemiliknya. “Yang tinggal di situ itu orang yang mengontrak,”  ujar Wati.

Petugas pemadam dan warga berjibaku memadamkan api. Kobaran api berhasil dipadamkan setidaknya hingga pukul 08.00 WITA.

Terhitung tiga jam api melahap permukiman penduduk di Kelurahan Klandasan Ulu itu.

Baca juga: Gudang Kayu Ludes Dilalap Si Jago Merah, Damkar Nunukan Sebut Belum Ketahui Penyebab Kebakaran

Curhat ke Wali Kota

Kebakaran ini spontan menjadi perhatian serius pemerintah. 

Wali Kota Rahmad Masud dan jajarannya berdatangan ke lokasi. Mereka mendengar langsung curahan hati warga terdampak kebakaran.

"Nggak usah bantu makanan Pak, yang penting bantu anak-anak bisa sekolah dan punya tempat tinggal lagi," ucap Nani, salah satu warga yang tak mampu membendung air matanya akibat musibah kebakaran tersebut. "

Saya punya anak lima Pak, tiga yang sekolah. Kasihan mental anak-anak saya Pak," imbuhnya.

Mendengar curahan hati tersebut, Wali Kota Rahmad Masud memastikan Pemkot Balikpapan tengah menyiapkan bantuan sosial dengan menjamin kebutuhan para warga yang terdampak.

"Sabar ya Bu. Pemerintah tidak akan diam, pasti akan bantu memfasilitasi," tuturnya.

"Nanti ini didata dulu ya Bu oleh RT. Pemerintah beri jaminan sewa rumah selama setahun, termasuk anak-anak agar bersekolah lagi, karena itu wajib," tambahnya.

Wali Kota Rahmad Masud juga memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak bisa terpenuhi selama mengungsi di posko sementara.

"Ini posko hanya sementara ya Bu, setelah itu nanti kita pikir bagaimana selanjutnya. Ibu terima dulu bantuan dari pemerintah ini, pokoknya jangan sampai nggak makan Bu, nanti sakit," ucapnya.

Setidaknya, 49 KK dan 257 jiwa turut terdampak dalam musibah kebakaran.

Demikian data disampaikan Rahmad Masud ketika meninjau lokasi kebakaran didampingi Asisten I Tata Pemerintahan  Zulkifli, Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan.

Ia mengatakan, Pemkot Balikpapan akan memfinalkan data dari jumlah warga yang terdampak akibat insiden kebakaran tersebut.

Baca juga: Rahmad Masud Tak Terima Pernyataan Cak Imin, Walikota Balikpapan Ungkap Fakta ke Cawapres AMIN

Data merujuk dari bantuan sosial yang tengah disiapkan untuk para warga yang terdampak.

Mulai dari memberikan jaminan sewa rumah selama 12 bulan yang dananya berasal dari biaya tak terduga (BTT).

Kemudian, inisiasi pembangunan posko penampungan dan dapur umum sementara.

"(Posko penampungan) itu nanti dekat Kantor Kecamatan Balikpapan Kota. Kemudian akan dibangun dapur umum untuk memfasilitasi warga yang terdampak," ulas Rahmad Masud.

Demikian dengan kebutuhan sekolah. Mulai dari seragam hingga alat perlengkapan sekolah yang akan dijamin pemkot.

Selain itu, pemkot Balikpapan juga akan melakukan koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Balikpapan terkait dengan surat-surat berharga, atau sertifikat rumah warga yang terdampak.

"Surat-surat berharga nanti akan dikoordinasikan ke BPN, pasti kan ada duplikasinya di pertanahan (BPN)," pungkas Rahmad Masud.(zyn/znl/ars)

Baca juga berita menarik Tribun Kaltara lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved