Berita Nunukan Terkini
Update Banjir Lumbis dan Sembakung, Air Surut Perlahan, BPBD Nunukan Kaltara Imbau Warga Waspada ini
Banjir yang merendam wilayah Lumbis dan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) mulai surut perlahan.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Banjir yang merendam wilayah Lumbis dan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara) mulai surut perlahan.
Banjir yang merendam dua kecamatan tersebut pasca peristiwa banjir bandang yang terjadi di Lumbis Hulu pada Jumat (10/01/2025), sekira pukul 03.00 Wita.
Banjir bandang yang terjadi pada dini hari itu akibat Sungai Sedalir, Malaysia yang meluap.
Posisi Lumbis, Sembakung, dan Sembakung Atulai yang terletak di hilir, ikut terdampak banjir saat banjir di hulu mulai surut.
Baca juga: Genangan Banjir di RT 14 Desa Tanjung Lapang Malinau Sempat Setinggi 2 Meter, Kini Sudah Surut
"Banjir bandang di Lumbis Hulu itu hanya banjir lewat, jadi tidak lama. Air surut di hulu, naik di hilir. Air di Mansalong (Lumbis) kemarin sempat naik menjadi 9 meter. Sekarang posisi sudah 7 meter, normal kembali. Lalu di Sembakung Atulai kemarin sempat 1 meter ketinggian air, tapi hari ini sudah surut," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Arief Budiman kepada TribunKaltara.com, Senin (13/01/2025), malam.
Lanjut Arief,"Untuk Kecamatan Sembakung, ketinggian air kemarin sempat 3,9 meter. Tadi sore turun jadi 3,8 meter dari ketinggian normal 3 meter," tambahnya.
Arief menyampaikan bahwa meski banjir bandang di Lumbis Hulu terbilang cepat surutnya, namun rumah warga, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, dan perkantoran penuh dengan lumpur.
Sehingga sampai saat ini, warga sekitar bersama pemerintah kecamatan, Pos TNI Satgas Pamtas, dan 10 kepala desa di Kecamatan Lumbis Hulu bergotong royong membersihkan lumpur-lumpur yang mengendap di rumah warga dan fasilitas lainnya.
"Sampai sekarang pemerintah kecamatan dan personel TNI membantu warga membersihkan rumah mereka yang terendam lumpur. Petugas Puskesmas Pembantu dan petugas medis dari TNI juga membantu warga yang sedang sakit dan tetap memantau perkembangan kesehatan masyarakat," ucap Arief.
Waspada Banjir Susulan
Menurut Arief sampai saat ini, hujan masih mengguyur wilayah Lumbis dan sekitar, termasuk Sembakung.
Baca juga: Pemkab Nunukan Salurkan Bantuan Sembako, Bagi Warga Terdampak Banjir Bandang di Lumbis Hulu
Sehingga dia mengimbau kepada warga agar waspada terhadap bencana banjir susulan.
"Terakhir banjir di Lumbis Hulu itu 2021. Tahun ini mulai banjir lagi. Tapi dulu banjirnya biasa, sekarang ini banjir berlumpur. Saya minta warga waspada terhadap banjir susulan. Jadi sumber banjir di Lumbis Pansiangan itu mayoritas dari sungai-sungai di Malaysia. Sedangkan banjir di Lumbis Hulu sumbernya ada dari Krayan dan ada dari Malaysia," ujarnya.
Penulis: Febrianus Felis
| Relokasi Pasar Tani Nunukan Tuai Penolakan, Pedagang Nilai Lokasi Baru Tidak Strategis |
|
|---|
| Karhutla di Nunukan Selatan Hanguskan Lebih dari 10 Hektare Lahan, Api Belum Sepenuhnya Padam |
|
|---|
| Malam-malam Lapas Nunukan Digerebek, Petugas Gabungan Sasar Kamar Hunian Warga Binaan |
|
|---|
| Ini Alasan Pasar Tani Nunukan Ditutup 10 Mei 2026, Pedagang Dipindah ke Jalan Bahari |
|
|---|
| Hanya karena Sarung, Suami di Nunukan Kaltara Tega Aniaya Istri hingga Luka dan Trauma |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Banjir-bandang-di-Kecamatan-Lumbis-Hulu-Nunukan-dhdb.jpg)