Kamis, 28 Mei 2026

Liga Champions

Hindari Kutukan, Inter Milan akan Gunakan Seragam Kuning Hadapi PSG di Final Liga Champions

Hindari kutukan, Inter Milan akan mengenakan seragam kuning untuk menghadapi PSG di final Liga Champions.

Tayang:
inter.it
SELEBRASI LAUTARO - Selebrasi Lautaro Martinez bersama para pemain Inter Milan ketika merayakan gol ke gawang Sparta Praha, matchday 7 Liga Champions, di epet ARENA, Kamis (23/1/2025), Kamis (23/1/2025). Hindari kutukan, Inter Milan akan mengenakan seragam kuning untuk menghadapi PSG di final Liga Champions.(ARSIP - inter.it) 

TRIBUNKALTARA.COM - Hindari kutukan, Inter Milan akan mengenakan seragam kuning untuk menghadapi PSG di final Liga Champions.

Bentrok PSG vs Inter Milan akan berlangsung di Stadion Allianz Arena, Minggu (1/6/2025) pukul 02.00 WIB.

Pada pertandingan tersebut, Inter Milan terdaftar sebagai tim tandang karena posisi mereka di bagan sebelah kanan.

I Nerazzurri tidak diizinkan mengenakan seragam hitam-biru alias jersey utama mereka, karena akan bertabrakan dengan seragam kandang PSG.

Akibatnya, Inter Milan harus memilih antara seragam kedua atau ketiga.

Keputusan tersebut akhirnya diambil secara bulat oleh para pemain setelah melalui diskusi intens dan pertimbangan bersama.

Menurut La Gazzetta dello Sport, para pemain Inter Milan membuat pilihan yang tidak biasa untuk mengenakan seragam kuning alias ketiga.

Pemilihan jersey kuning bisa dibilang untuk menghindari kutukan mereka sendiri di Liga Champions musim ini.

Satu-satunya kekalahan mereka dalam Liga Champions saat ini terjadi saat mengenakan seragam tandang berwarna putih, melawan Bayer Leverkusen.

Kala itu, Inter Milan kalah dengan skor 1-0 di markas Bayer Leverkusen (11/12/2024), ketika memakai jersey kedua.

Sebaliknya, Nerazzurri memenangkan kedua pertandingan tandang yang dimainkan dengan seragam ketiga, melawan Sparta Praha 0-1 (23/1/2025) dan Feyenoord 0-2 (6/3/2025).

Final ini akan menjadi penampilan ketujuh Inter Milan di partai final Liga Champions, sejak pertama kali mereka tampil pada 1964.

Menariknya, ini adalah kali pertama mereka mengenakan jersey ketiga di partai puncak kompetisi Eropa tersebut.

Terlepas dari jersey apapun yang dipakai, baik PSG maupun Inter sama-sama layak tampil di final, meski keduanya menempuh jalur yang sangat berbeda.

PSG memikat banyak pihak dengan gaya bermain mereka yang bebas dan ekspansif, sementara Inter menunjukkan taktik brilian nan keras kepala yang sukses membuat frustrasi raksasa seperti Bayern Munchen dan Barcelona.

Laga ini bukan sekadar perebutan trofi, ada begitu banyak yang dipertaruhkan.

PSG mengincar treble bersejarah dan berpeluang menjadi klub Prancis pertama yang mencapainya.

Sementara itu, Inter berjuang keras agar tidak menutup musim dengan tangan hampa, setelah impian treble mereka yang sempat hidup kini tinggal satu harapan terakhir.

Setelah gagal di Serie A dan Coppa Italia, pasukan Simone Inzaghi akan berusaha keras untuk menebus kegagalan mereka di Liga Champions, serta di final dua tahun lalu.

(*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved