Pilkada Bulungan

KPU Bulungan Bakal Periksa Penyelenggara Pemilu Gunakan RDT, Libatkan 1 RS dan 2 Klinik Kesehatan

Penulis: Amiruddin
Editor: M Purnomo Susanto
Ketua KPU Bulungan, Lili Suryani, saat ditemui jurnalis TribunKaltara.com. TRIBUNKALTARA.COM/AMIRUDDIN

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - KPU Bulungan bakal periksa penyelenggara Pemilu gunakan RDT, libatkan 1 RS dan 2 klinik kesehatan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), bakal melaksanakan rapid test massal bagi penyelenggara pemilu.

Rapid Diagnostic Test ( RDT) atau tes cepat untuk mendeteksi penularan Covid-19 itu, diperuntukkan bagi penyelenggara pemilu, yang akan bertugas pada Pilkada Bulungan, 9 Desember mendatang.

Baca juga: UPDATE Tambah 47, Kasus Covid-19 Tarakan Jadi 563, Peningkatan Terbanyak & Didominasi Kontak Erat

Baca juga: Hadiri Debat Publik Pilbup 2020, KPU Nunukan Kompak Pakai Batik, Rahman Sebut Identitas Bangsa

Baca juga: Bawaslu Kaltara Tangani 61 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu, Temuan Terbanyak Berada di Nunukan

Termasuk petugas keamanan dari unsur perlindungan masyarakat (Linmas), yang akan ditempatkan pada 332 tempat pemungutan suara (TPS) se-Bulungan.

"Rapid test massal dilakukan untuk memastikan seluruh penyelenggara yang terlibat di Pilkada Bulungan ini bebas dari Covid-19 atau virus corona," kata Ketua KPU Bulungan, Lili Suryani, kepada TribunKaltara.com, Minggu (22/11/2020).

Rencananya, rapid test massal bakal dilaksanakan pada 27 sampai 30 November 2020.

Terkait teknis rapid test kata dia, bakal melibatkan pihak RSD Soemarno Sosroatmodjo, Klinik Kesehatan Muqaddim, dan Klinik Bunyu Medika.

Tujuh kecamatan di Bulungan, bakal diakomodir dengan sistem jemput bola oleh Klinik Kesehatan Muqaddim.

Sedangkan penyelenggara pemilu di Kecamatan Bunyu bakal diakomodir oleh Klinik Bunyu Medika.

"Untuk penyelenggara pemilu di Kecamatan Tanjung Selor dan Tanjung Palas bakal di-rapid test oleh petugas dari RSD Soemarno Sosroatmodjo," ujarnya.

Halaman
12