Harga Telur Ayam di Kabupaten Nunukan Kaltara Naik jadi Rp 55 Ribu Per Piring, Ini Penyebabnya

Penulis: Febrianus Felis
Editor: Amiruddin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dagangan telur ayam milik seorang agen, Bunga di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (23/12/2020), pukul 10.00 Wita. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis.

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Telur ayam di Kabupaten Nunukan , Kalimantan Utara ( Kaltara ) sejak tiga minggu terakhir ini mengalami kenaikan harga .

Harga telur ayam sempat Rp 46 ribu per piring, kini naik menjadi Rp 55 ribu.

"Harga telur sekarang naik. Saya jual Rp 55 ribu satu piring. Saya beli di agen Rp 53 ribu per piring," kata seorang pedagang di Pasar Jamaker, Nia kepada TribunKaltara.com , Rabu (23/12/2020), pukul 10.00 Wita.

Baca juga: Lulus SMP di Malaysia, 58 Anak TKI Kembali ke Indonesia, 22 Siswa Dapat Beasiswa Adem di Nunukan

Baca juga: Cara Unik Ibu-ibu DP3AP2KB Nunukan, Peringati Hari Ibu 22 Desember, Bagi-bagi Jamu ke Tukang Sayur

Baca juga: 280 Kasus Perceraian di Nunukan Selama Tahun 2020, Penyebabnya Didominasi Keterlibatan Orang Ketiga

Nia mengaku, ia sempat menjual eceran dengan harga Rp 5 ribu per 3 butir telur, namun sekarang Rp 2 ribu per 1 butir.

"Karena naik harga , jadi sudah tidak bisa lagi dijual Rp 5 ribu dapat 3 butir. Tapi pembeli masih banyak juga," ucapnya.

Terpisah, menurut seorang agen telur ayam, Bunga, naiknya harga lantaran
banyaknya permintaan telur ayam ke Manado, namun akibat curah hujan yang cukup tinggi, ayam jadi kurang bertelur.

Baca juga: Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar Turunkan 72 Personel Kawal 31 Gereja Saat Perayaan Natal

Baca juga: 150 Personel Kawal Operasi Lilin Kayan, Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar: Ada 4 Pospam & 2 Posyan

Baca juga: BBM Langka di Krayan Nunukan, Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris Akan Tindaklanjuti Dinas Terkait

"Sejak 3 minggu lalu naiknya. Kata rekan yang di Manado curah hujan tinggi, jadi ayam kurang bertelur," tutur Bunga.

Bunga mengatakan, pada November lalu ia sempat menjual telur ayam kepada pedagang di pasar dengan harga Rp 48 ribu per piring, namun kini ia jual Rp 53 ribu per piringnya.

"Kalau pedagang di pasar biasa beli per ikat, satu ikat isinya 5 piring, saya jual November lalu Rp 240 ribu per ikat. Sekarang naik jadi Rp 250 per ikat. Tapi stok telur ayam di tempat saya sudah habis semua," ujarnya.

(*)

( TribunKaltara.com / Felis )