Bupati Malinau Geram Namanya Dicatut oleh Organisasi APRI, Yansen TP: Bukan Saya Saja, FKPD Juga

Bupati Malinau, Yansen TP (TRIBUNKALTARA.COM/M PURNOMO SUSANTO)

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Bupati Malinau geram namanya diduga dicatut oleh organisasi APRI Malinau, Yansen TP: Bukan saya saja, FKPD juga.

Sikap tidak suka langsung diperlihatkan Bupati Malinau, Yansen TP kala mengetahui namanya dicatut oleh Asosiasi Penambangan Rakyat Indonesia ( APRI ) Malinau.

Terlebih, diketahui oleh pria yang baru saja meraih suara terbanyak di Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) Kalimantan Utara ( Kaltara ) ini, bahwa APRI Malinau berniat akan mengelola tambang rakyat meski belum memiliki izin.

Baca juga: Ainun Faridah Tambah Keterwakilan Perempuan di Dewan, Ketua DPRD Kaltara Sebut Lengkapi Perjuangan

Baca juga: Tahapan Selanjutnya Pilkada 2020 Malinau Penetapan Paslon Terpilih, Begini Penjelasan Komisioner KPU

Baca juga: TERBONGKAR Sosok Pria dalam Video Syur Gisel, Janda Gading Marten Akui Video Dibuat di Medan

Jelas saja, Yansen TP khawatir, namanya digunakan untuk memuluskan pengurusan izin tambang yang diupayakan oleh APRI Malinau.

“Sampaikan, bahwa tidak ada konfirmasi (Kepada saya),” ujarnya saat dihubungi awak TribunKaltara.com melalui telepon selularnya, pada Selasa (29/12/2020), sore.

“Tidak ada konfirmasi dan sudah tegas (Saya) menolak,” lanjutnya sembari menjelaskan, bahwa ia tidak pernah sekalipun berkomunikasi atau bertemu dengan pengurus APRI Malinau.

Tidak hanya mencatut namanya saja, Yansen TP juga mengungkapkan, nama seluruh Kepala Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( FKPD ) Malinau pun dicatut oleh APRI Malinau.

“Bukan saya saja, FKPD juga (Dicatut),” tegasnya.

Atas hal ini pula, Bupati Malinau dua periode ini menuturkan, dalam melakukan penambangan batubara harus memiliki izin. .

“Tidak dibenarkan menambang tanpa ijin resmi,” paparnya.

Ditanyakan apakah nantinya ketika dikonfirmasi bersedia menjadi pelindung, kembali ditegaskan Yansen TP, ia tidak akan mau terlibat dalam organisasi ini.

Baca juga: UPDATE Tambah 41, Kasus Covid-19 Kaltara jadi 3.684, Berasal dari Kontak Erat dan Transmisi Lokal

Baca juga: UPDATE Tambah 3, Kasus Covid-19 Nunukan jadi 458, Didominasi Transmisi Lokal & 296 Pasien Dirawat

Baca juga: Imbas Pandemi Covid-19, Muhamad Kadri: Tahun ini Arus Mudik di Kabupaten Malinau Turun Drastis

“Selain tidak pernah di konfirmasi dengan saya, saya juga tidak pernah menyetujui dan tidak akan terlibat sekalipun sebagai pelindung,” imbuhnya.

Setelah mengetahui ini pula, Yansen TP meminta, agar APRI Malinau segera mencabut namanya sebagai Bupati Malinau yang berkedudukan sebagai pelindung dalam Surat Keputusan ( SK ) Kepengurusan APRI Malinau.

“Pihak yang mencatut nama dan jabatan saya, agar segera membatalkan, mencabut, menghapus nama dari dalam SK apapun itu,” tegasnya lagi.

( TribunKaltara.com / M Purnomo Susanto )