Risma dapat Peringatan dari Jokowi Setelah Resmi Jadi Mensos, Presiden Ungkit Kasus Juliari Batubara

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Jokowi dan Tri Rismaharini. (Kolase TribunKaltara.com via Tribunnews dan Tribun Jatim)

TRIBUNKALTARA.COM - Tri Rismaharini alias Risma mendapat peringatan dari Jokowi setelah resmi menjabat Mensos, Presiden sempat ungkit kasus yang menimpa Juliari Batubara.

Resmi menjabat Mensos, Risma mendapat pekerjaan rumah yang besar terkait penyaluran bantuan sosial ( bansos ).

Sampai-sampai Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus terhadap penyaluran bansos ke masyarakat.

Dalam rapat terbatas bersama para menteri, Presiden Jokowi mewanti-wanti Risma soal penyaluran bansos.

Presiden Jokowi tak ingin kasus yang menimpa Juliari Batubara terjadi lagi saat Risma memimpin Kementerian Sosial.

Dalam kesempatan itu Presiden Joko Widodo menekankan hal penting, agar tidak ada potongan dalam bentuk apa pun.

"Ini sudah saya ulang-ulang, jangan sampai ada potongan-potongan apa pun seperti kejadian di bansos Jabodetabek. Betul-betul kirim ke akun, rekening penerima manfaat. Jadi, proses digitalisasi data bansos yang diintegrasikan dengan banking system saya kira itu yang kita inginkan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2020).

Seperti diketahui, eks Menteri Sosial Juliari Batubara menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan dan penyaluran bansos di wilayah Jabodetabek.

Sementara itu, dalam APBN 2021, anggaran sebesar Rp 110 triliun telah disiapkan oleh pemerintah untuk melanjutkan program perlindungan sosial.

Baca juga: Langsung Tancap Gas Jadi Mensos, Risma Bagikan Oleh-oleh Khas Dolly ke Warga Ponorogo

Dari sejumlah anggaran tersebut, Presiden merinci di antaranya sebagai berikut:

1. Sebanyak Rp 45,1 triliun disiapkan untuk program kartu sembako yang akan disalurkan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing Rp 200 ribu per bulan.

2. Kemudian untuk Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah menyiapkan Rp 28,7 triliun untuk 10 juta KPM selama 4 triwulan.

3. Selanjutnya, untuk bansos tunai, pemerintah menyiapkan Rp 12 triliun bagi 10 juta KPM, masing-masing Rp 300 ribu selama 4 bulan.

Presiden Minta Bansos Disalurkan Awal Januari untuk Ungkit Daya Beli Masyarakat.

Halaman
123