Masih Jadi Primadona di Awal Tahun, Ribuan Alokasia Disertifikasi Balai Karantina Pertanian Tarakan

Penulis: Risnawati
Editor: Amiruddin
Pemeriksaan terhadap tanaman alokasia oleh Pejabat Karantina Pertanian Tarakan. ( HO/BKP TARAKAN)

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Pesona tanaman hias memang tidak ada habisnya, salah satunya alokasia .

Di masa pandemi masyarakat lebih suka mengisi kegiatan di rumah dengan bercocok tanam.

Lalu lintas tanaman hias alokasia masih tinggi di beberapa wilayah kerja Balai Karantina Pertanian Tarakan .

Baca juga: Jumlah SDM Tak Sebanding Luas Wilayah, Ini Kata Kepala Karantina Pertanian Tarakan Ahmad Alfaraby

Baca juga: Antisipasi Penyelundupan, Balai Karantina Pertanian Tarakan Lakukan Ini di Perbatasan RI-Malaysia

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Balai Karantina Pertanian Tarakan Perketat Pengawasan Tol Laut

Kepala Balai Karantina Pertanian Tarakan, drh Akhmad Alfaraby mengatakan dari awal tahun 2021 sampai saat ini, Pejabat Karantina Pertanian Tarakan wilayah kerja Tanjung Selor telah melakukan sertifikasi terhadap pengeluaran 1.414 batang tanaman alokasia.

"Sementara di wilayah kerja Bandara Juwata Tarakan , kata dia, terdapat sertifikasi pengeluaran 1.019 batang alokasia," ujarnya, Selasa (5/1/21)

Dia menambahkan, alokasia masih menjadi salah satu tanaman dengan frekuensi pengiriman yang tinggi hampir ke seluruh Indonesia.

Baca juga: Penuhi ISPM #15, Karantina Pertanian Tarakan Lakukan Pengawasan Heat Treatment ke Perusahaan Kayu

Baca juga: Hari Karantina Pertanian, Bukan Hambat Lalu Lintas Perdagangan, Ini Tugas Pokok Balai Karantina

Baca juga: Pergerakan Pesawat Meningkat Selama Pelaksanaan Posko Pengendalian Transportasi Udara di Tarakan

Setelah kami nyatakan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina, maka kami lakukan pembebasan dengan pemberian sertifikat kesehatan tumbuhan," tambahnya.

Sementara itu dia sampaikan, pihaknya akan tetap rutin melakukan pemeriksaan terhadap komoditas hewan dan tumbuhan yang masuk maupun keluar daerah wilayah kerja Karantina Pertanian Tarakan .

Hal itu dilakukan oleh petugas karantina untuk mencegah masuk dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) antar area.

(*)

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official