Berita Nunukan Terkini

Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa di Nunukan Menurun, Dinas Sosial Sebut Mayoritas TKI Asal Malaysia

Penulis: Febrianus Felis
Editor: Amiruddin
Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Dinas Sosial Nunukan, Ibrani. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis.

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ ) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ) mengalami penurunan kasus.

Pada tahun 2019 ada 25 kasus ODGJ yang ditangani oleh Dinas Sosial Nunukan, sementara itu pada 2020 menurun menjadi 11 kasus.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Dinas Sosial Nunukan, Ibrani mengatakan, kasus ODGJ yang ditangani oleh pihaknya di tahun 2020 mengalami penurunan.

Baca juga: Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di Nunukan Bertambah 12 Pasien, 2 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Baca juga: Kisah Bocah Disabilitas di Nunukan, Hafal Nama-nama Menteri Jokowi, Idolakan Mensos Tri Rismaharini

Baca juga: Audisi LIDA Indonesia 2021 Kaltara Batch 2, Peserta Asal Nunukan Ini Akui Pertama Kali Ikut Audisi

Pasalnya, semenjak negara tetangga Malaysia melakukan lockdown akibat pandemi Covid-19, kasus ODGJ jadi menurun.

"Sebelum pandemi Covid-19 banyak TKI yang dideportasi dari Malaysia, jadi mungkin karena lockdown di Malaysia, makanya penanganan ODGJ dari 2019 ke 2020 menurun," kata Ibrani kepada TribunKaltara.com, Sabtu (09/01/2021), pukul 17.00 Wita.

Menurut Ibrani, sebagian besar ODGJ berasal dari negara tetangga Malaysia, di mana mereka mengalami penyiksaan secara fisik saat berada dalam penjara.

Sebagian besar ODGJ dari etnis Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Mayoritas ODGJ yang kami tangani berasal dari Malaysia. Baik laki-laki maupun perempuan. Mereka bisa alami gangguan jiwa karena mengalami penyiksaan fisik baik dirotan, dicambuk, sehingga berdampak pada mental yang bersangkutan. Sebagainya besar etnis Sulawesi dan NTT," ucapnya.

Diketahui, pada 2019 dari 25 ODGJ, 7 orang dipulangkan oleh Dinas Sosial Nunukan ke kampung halaman. Sementara, 7 lainnya warga Nunukan sehingga dikembalikan kepada pihak keluarga. Sedangkan 11 orang sudah membaik.

Pada 2020 dari 11 ODGJ, 10 orang dipulangkan ke kampung halaman sementara 1 orang lainnya sudah dikembalikan ke pihak keluarga di Nunukan.

Baca juga: Kasus Konfirmasi Covid-19 Terus Meningkat, Bupati Nunukan Asmin Laura Kembali Berlakukan Jam Malam

Baca juga: UPDATE Tambah 27, Kasus Covid-19 Nunukan jadi 710, Jubir Satgas Sebut 52 Specimen Belum Diperiksa

Baca juga: Menang Lomba Kebersihan, Bupati Nunukan Asmin Laura Serahkan Hadiah Puluhan Juta Kepada 6 RT

Halaman
12