Berita Nunukan Terkini

Gegara Sungai di Malaysia Meluap, Banjir Rendam Sembakung Nunukan, Ratusan Hektar Padi Gagal Panen

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Kabupaten Nunukan, Masniadi. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis.

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Padi seluas 335 Ha gagal panen, akibat terendam banjir sejak 2 Januari lalu di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara ).

Bagaimana tidak, banjir sempat meninggi hinga 4,70 meter akibat meluapnya sungai yang ada di negara tetangga, Malaysia.

Saat ini banjir mulai surut hingga 2,60 meter. Informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Nunukan, ketinggian air normal mencapai 3 meter.

Baca juga: UPDATE Tambah 37, Kasus Covid-19 Nunukan jadi 848, Jubir Satgas Sebut 270 Specimen Belum Diperiksa

Baca juga: Waspada Hujan Lebat Disertai Petir, BMKG Nunukan Keluarkan Peringatan Dini Untuk 10 Kecamatan

Baca juga: Banjir di Sembakung Nunukan 3,60 Meter, 40 Relawan Kampung Siaga Bencana Bersihkan Endapan Lumpur

Kendati begitu, 8 desa yang sempat terendam banjir sebabkan lahan sawah seluas 335 Ha itu, mengalami gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Kabupaten Nunukan, Masniadi mengatakan, sejak 2-8 Januari lalu, kondisi lahan sawah, utamanya di Desa Atap mulai terendam banjir seluas 110 Ha.

"Jadi banjir itu sudah sejak 2 Januari lalu. Informasi dari balai penyuluhan pertanian di sana, hingga 8 Januari ada seluas 110 Ha lahan sawah yang tidak karena terendam banjir. Kerusakan diperkirakan 50 persen, lantaran kondisi padi bunting dan kuning pucuk.

Artinya dalam waktu beberapa minggu lagi siap panen. Kalau sekarang sudah 18 hari, jadi karena terendam lama dan meluas sampai 8 desa, makanya sampai 335 Ha gagal panen. 100 persen rusak," kata Masniadi kepada TribunKaltara.com, saat ditemui di ruangannya, Rabu (20/01/2021), pukul 10.00 Wita.

Kondisi terkini banjir di Sembakung Nunukan. (HO/KSB Sembakung) (HO/KSB Sembakung)

Menurut Masniadi, saat ini pihaknya sedang membahas langkah yang dapat diambil pasca banjir terhadap lahan petani sawah yang ada di Sembakung.

"Kami rapat dulu hari ini untuk mempersiapkan langkah apa yang diambil pasca banjir. Bagaimana penanganan lahan dan petani yang ada di sana," ucapnya.

Masniadi mengaku, dirinya saat ini belum bisa membeberkan ke publik perihal kerugian akibat lahan banjir.

Halaman
123

Berita Populer