Berita Bulungan Terkini

Pelaku Tidak Ditahan, Polres Bulungan Tetap Proses Kasus Cerita Palsu Pembuang Bayi di Selimau

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Editor: Amiruddin
Kanit Resmob Polres Bulungan, Ipda Faisal Anang, Senin (18/1/2021). ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI )

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pelaku cerita palsu pembuang bayi di Selimau yang sempat menggegerkan warga Tanjung Selor pada hari Minggu kemarin, tidak ditahan.

Meskipun tidak ditahan, pihak Polres Bulungan mengaku tetap melanjutkan kasus tersebut ke tingkat penyidikan.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Bulungan, melalui Kanit Resmob Polres Bulungan, saat ditemui di Mapolres Bulungan.

Baca juga: Viral Penemuan Bayi Perempuan di Tempat Sampah, Akhirnya Polres Bulungan Ungkap Kronologi Sebenarnya

Baca juga: Hujan Lebat Semalaman, BPBD Bulungan Sebut Potensi Banjir di Kota Tanjung Selor Kaltara Rendah

Baca juga: Pengakuan Kepala Pelaksana BPBD Bulungan Ali Patokah Seusai Divaksin, Ngaku Tidak Ada Efek Samping

"Gelar perkara sudah dilakukan, kasusnya kami naikkan ke penyidikan, untuk pelaku tidak kami tahan," ujar Kanit Resmob Polres Bulungan, Ipda Faisal Anang, Rabu (20/1/2021).

Ayah dari si bayi, lanjut Ipda Faisal Anang, berpeluang dijerat Pasal 220 KUHP mengenai laporan palsu.

Lantaran, sang ayah sempat melaporkan kejadian penemuan bayi di tempat sampah kepada kepolisian, meskipun hal tersebut hanya rekayasa.

Namun, pihak kepolisian hingga saat ini masih meminta keterangan ahli dari Samarinda, untuk mendalami unsur-unsur yang memenuhi Pasal 220.

"Karena untuk pasal 220, laporan palsu harus ada unsur merugikan diri sendiri, sedangkan dia ini melaporkan tindak pidana, tanpa merugikan dia, pihak yang dirugikan tidak ada, ini yang kami masih minta keterangan ahli di Samarinda," terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, bila orang tua si bayi, melakukan proses melahirkan di sebuah hotel di Tanjung Selor, dengan bantuan informasi tutorial dari internet.

"Si ayahnya bilang lihat tutorial di Google saja, potong tali pusar, lalu dia ikat sendiri, dia pelajari memang dari internet," ucapnya.

Baca juga: Mayat Bayi Mengapung di Sungai Kayan Kaltara, Polres Bulungan Buru Pelaku, 2 Saksi Diperiksa

Baca juga: UPDATE Tambah 62, Kasus Covid-19 Kaltara jadi 5.415, Bulungan Terbanyak & Didominasi Transmisi Lokal

Baca juga: Vaksinasi Tahap Pertama Usai, Kadinkes Bulungan Imam Sujono Jelaskan Pemberian Dosis Tahap Kedua

Menurutnya, pihak hotel tidak ada yang menaruh rasa curiga pada pasangan tersebut, karena suara tangisan bayi saat dilahirkan tidak terdengar.

"Keterangan dari ayahnya, saat lahiran tidak nangis, dia tidak panik saat membantu melahirkan di hotel, hanya dia panik kalau ketahuan anaknya hasil dari hubungan gelap," katanya.

Selain tutorial dari internet, pelaku juga menggunakan gunting untuk membantu proses kelahiran. Di mana gunting tersebut beserta barang lain sudah diamankan pihak Polres Bulungan.

"Hanya bawa gunting, ada tas bayi, juga plester, itu sudah kami amankan jadi barang bukti," tuturnya.

(*)

( TribunKaltara.com / Maulana Ilhami Fawdi )

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official