Berita Tarakan Terkini

Satreskrim Polres Tarakan Bekuk Pelaku Penculikan & Penganiayaan di Tarakan, Satu Pelaku Masih Buron

Penulis: Risnawati
Editor: M Purnomo Susanto
Kasat Reskrim Polres Tarakan, Iptu Muhammad Aldi. ( TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI )

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Satreskrim Polres Tarakan bekuk pelaku penculikan & penganiayaan di Tarakan, satu pelaku masih buron.

Satreskrim Polres Tarakan berhasil mengamankan tiga pelaku penculikan dan penganiayaan di Tarakan pada Rabu (13/1/21) lalu.

Ketiga pelaku tersebut masing-masing berinisial RS, UD, dan KK.

Baca juga: Mahfud MD Sorot Janji Calon Kapolri Listyo Sigit, Berjanji Pidanakan & Pecat Polisi Terlibat Narkoba

Baca juga: 21 Vaksinator di Nunukan Selesai Ikuti Pelatihan, Dinkes: Setiap Puskesmas Utus 6 Tenaga Kesehatan

Baca juga: Aktifitas Perjudian Meresahkan Warga, Polres Bulungan Amankan Pelaku Judi Togel di Desa Binai

Pembekukan ini dilakukan setelah adanya laporan yang diterima Polres Tarakan terkait penculikan dan penganiayaan terhadap pria berinisial MA warga Kelurahan Sebengkok.

"Satu pelaku masih dalam pengejaran, iya masih buron," ujar Kasat Reskrim Polres Tarakan, Iptu Muhammad Aldi, Jumat (22/1/21)

Melalui Aldi diketahui, ketiga pelaku itu diamankan di Jalan Amal Tarakan pada Kamis (14/1/21) lalu.

Selain mengamankan para pelaku penculikan dan penganiayaan, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil warna hitam.

Aldi mengatakan, peristiwa terjadi saat MA bersama istri sedang makan di kamar. Kemudian datang KK yang marah-marah pada MA.

Baca juga: BREAKING NEWS 3 Pasien Positif Covid-19 di Tarakan Meninggal Dunia, Termasuk Bayi Berumur 37 Hari

Baca juga: MK Rilis Jadwal Sidang Perkara Pilkada, Berikut Waktu Sidang Pertama untuk Sengketa Pilkada Malinau

Baca juga: Usai Penetapan, KPU Kaltara Jelaskan Proses Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

"Setelah mereka cekcok, datang 3 palaku lainnya langsung memukul bagian wajah dan perut korban," ungkap Aldi.

Tidak hanya itu, MA kemudian dibawa keluar dari kamar menuju mobil oleh para pelaku namun tidak jadi dimasukkan dalam mobil, lantaran beberapa masyarakat dan aparat kepolisian datang ke lokasi tersebut.

Halaman
12