Berita Nasional Terkini

Positif Covid-19 Seusai Dampingi Jokowi ke Sulbar, Begini Kondisi Terkini Kepala BNPB Doni Monardo

Editor: Amiruddin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala BNPB Doni Monardo dinyatakan terpapar Covid-19 seusai melakukan kunjungan ke Sulbar dan Kalsel. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN )

Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB mengungkapkan, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo belum divaksin Covid-19.

Rencananya, Doni dijadwalkan divaksinas Covid-19 pada awal pekan depan.

“Ini untuk meluruskan informasi bahwa Pak Doni sudah menjalani vaksinasi pada 13 Januari 2021."

"Padahal beliau akan divaksinasi pada pekan depan bersama para anggota Satgas Penanganan Covid-19 lainnya,” tutur Egy, Sabtu (23/1/2021).

Juru Bicara Nasional Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menduga aktivitas yang begitu padat dan melelahkan serta celah saat makan, menjadi penyebab Covid-19 menginfeksi Doni Monardo.

“Ini menjadi pelajaran berharga bahwa kedisiplinan selama sebelas bulan itu tetap ada celah seperti saat makan."

"Sebelumnya ada juga penelitian yang menemukan bahwa para tenaga kesehatan yang tertular saat mereka istirahat untuk makan dan terpaksa membuka masker,” jelas Wiku.

Selain itu, aktivitas yang padat dan melelahkan jadi faktor menurunnya imunitas seseorang, sehingga menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

“Itulah mengapa, selain menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat, kita juga harus menjadi imunitas dengan istirahat cukup, makan bergizi, serta rutin berolahraga," papar Wiku.

Sebelumnya Wartakotalive memberitakan, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif Covid-19.

Aktivitas Doni memang padat dalam sepekan terakhir, saat memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan.

“Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif Covid-19 dengan CT Value 25."

"Saya sama sekali tidak merasakan gejala apa pun."

"Dan pagi ini tetap beraktivitas normal dengan olahraga ringan berjalan kaki 8 kilometer,” kata Doni lewat keterangan pers, Sabtu (23/1/2021)

Baca juga: Pengakuan Danrem Wira Bhakti Positif Covid-19 Setelah Disuntik Vaksin Corona, Mendadak Demam Tinggi

Baca juga: Klaim Bos PDIP Bali Tidak Ada Teguran saat Acara Suap-suapan, Jajaran Doni Monardo Bereaksi

Baca juga: Tak Cuma Merosot Tajam di Klasemen Liga Inggris, Terkuak Noda Frank Lampard Setelah Dipecat Chelsea

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) tersebut kini tengah melakukan isolasi mandiri, sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah.

Doni yang baru kembali dari Mamuju, Sulbar, Jumat sore, menuturkan dirinya selama ini begitu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dengan selalu memakai masker dan mencuci tangan.

Pada Jumat sore, Doni dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulbar dan Kalimantan Barat juga menjalani tes PCR.

Hasilnya, salah satu stafnya juga dinyatakan positif.

Doni meyakini dirinya terpapar Covid-19 saat makan, sehingga terpaksa melepas masker.

Ia menyerukan kepada masyarakat untuk sementara menghindari acara makan bersama guna mencegah penularan.

“Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka."

"Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah tertular atau menulari."

"Untuk sementara, makan bisa sendiri atau terpisah dari orang lain," imbau Doni di Jakarta, Sabtu (23/1/2021).

Ia menuturkan, selama seminggu memimpin langsung penanganan bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan, ada beberapa momen harus melepas masker ketika makan bersama orang lain.

“Jadi saya yakin pada saat melepas masker dan makan itulah saya tertular," ungkapnya.

Berikut ini isi lengkap protokol kesehatan di restoran dan rumah makan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 yang diteken pada Jumat (19/6/2020):

Bagi Pelaku Usaha

1. Memperhatikan informasi terkini serta himbauan dan instruksi pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait Covid-19 di wilayahnya.

Informasi secara berkala dapat diakses pada laman https://infeksiemerging.kemkes.go.id, www.covid19.go.id, dan kebijakan pemerintah daerah setempat.

2. Menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer di pintu masuk dan tempat lain yang mudah diakses pengunjung.

3. Mewajibkan setiap orang yang akan masuk untuk mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

4. Mewajibkan pekerja menggunakan masker selama bekerja.

5. Pastikan pekerja memahami Covid-19 dan cara pencegahannya.

6. Larangan masuk bagi pekerja dan pengunjung yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, dan/atau diare atau memiliki riwayat kontak dengan orang terkena Covid-19.

7. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk. Jika ditemukan pekerja atau pengunjung dengan suhu di atas 37,3 derajat celcius (dua kali pemeriksaan dengan jarak lima menit) tidak diperkenankan masuk.

8. Mewajibkan semua penjamah pangan atau pekerja yang kontak langsung dengan pangan agar mengenakan masker, sarung tangan, atau penjepit pada saat menyentuh pangan siap saji.

Dan, mengenakan penutup kepala dan celemek pada saat persiapan, pengolahan, dan penyajian pangan.

Penggunaan sarung tangan sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku.

9. Menyediakan alat bantu seperti sarung tangan dan/atau penjepit pangan untuk meminimalkan kontak langsung dengan pangan siap saji dalam proses persiapan, pengolahan, dan penyajian.

10. Tidak menerapkan sistem prasmanan/buffet.

Apabila menerapkan prasmanan/buffet agar menempatkan petugas pelayanan pada stall yang disediakan dengan menggunakan masker serta sarung tangan, pengunjung dalam mengambil makanan dilayani petugas dan tetap menjaga jarak satu meter.

Semua peralatan makan wajib dibersihkan dan didisinfeksi sebelum digunakan kembali.

11. Menjaga kualitas udara di tempat usaha atau di tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk serta pembersihan filter AC.

12. Mengupayakan pembayaran secara nontunai (cashless) dengan memperhatikan disinfeksi untuk mesin pembayaran.

Jika harus bertransaksi dengan uang tunai, gunakan hand sanitizer setelahnya.

13. Memastikan seluruh lingkungan restoran/rumah makan dalam kondisi bersih dan saniter dengan melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala minimal dua kali sehari (saat sebelum buka dan tutup) menggunakan pembersih dan disinfektan yang sesuai.

14. Meningkatkan frekuensi pembersihan dan disinfeksi (paling sedikit tiga kali sehari).

Terutama, pada permukaan area dan peralatan yang sering disentuh/dilewati orang seperti meja dan kursi di ruang makan, kenop/gagang pintu, sakelar, kran, tuas flush toilet, toilet, meja kasir, mesin penghitung uang/kasir, lantai ruang makan, dan lain lain.

15. Menutup alat makan yang diletakkan di meja makan (sendok, garpu, pisau dibungkus misalnya dengan tisu).

16. Tidak menggunakan alat makan bersama-sama.

Peralatan makan di atas meja makan yang sering disentuh diganti dalam bentuk kemasan sekali pakai/sachet atau diberikan kepada pengunjung apabila diminta.

17. Menerapkan jaga jarak dengan berbagai cara seperti:

a) Mengatur jarak minimal satu meter pada saat antri masuk rumah makan/restoran dan sejenisnya, memesan, dan membayar di kasir dengan memberikan tanda di lantai.

Bila memungkinkan ada pembatas pengunjung dengan kasir berupa dinding plastik atau kaca.

b) Pengaturan jarak antar kursi minimal satu meter dan tidak saling berhadapan atau pemasangan partisi kaca/mika/plastik antar tamu di atas meja makan.

18. Meningkatkan pelayanan pemesanan makanan dan minuman secara online atau delivery service atau drive thru, dan lain sebagainya.

Baca juga: Misteri Jokowi Suka Ambil Keputusan Penting di Rabu Pon Terungkap, Ganti Menteri & Lantik Kapolri

Baca juga: Hasil Piala FA, Manchester United Vs Liverpool, 2 Gol Salah Sia-sia, Kekalahan The Reds Berlanjut

Baca juga: Lukisan Wajah Dayana di Bak Truk, Ulah Warga Indonesia Bikin Gadis Kazakhstan Bereaksi di Instagram

Bagi Pekerja

1. Memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum keluar rumah.

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak napas tetap di rumah dan periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila berlanjut, serta laporkan pada pimpinan tempat kerja.

2. Menggunakan masker saat perjalanan dan selama berada di tempat kerja.

3. Hindari menyentuh wajah, mata, hidung, dan mulut.

4. Memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain.

5. Menggunakan pakaian khusus saat bekerja.

6. Menghindari penggunaan alat pribadi secara bersama seperti alat sholat, alat makan, dan lain-lain.

7. Segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah.

8. Jika diperlukan, bersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.

9. Saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebel um kontak dengan anggota keluarga di rumah.

Bersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.

10. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan PHBS seperti mengonsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dan istirahat yang cukup dengan tidur minimal 7 jam, serta menghindari faktor risiko penyakit.

Bagi Pengunjung/Konsumen

1. Memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum berkunjung ke rumah makan/restoran atau sejenisnya.

Jika mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan/atau sesak napas tetap di rumah dan periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila berlanjut.

2. Saat perjalanan dan selama bekerja selalu menggunakan masker, menjaga jarak dengan orang lain, dan hindari menyentuh area wajah.

Jika terpaksa akan menyentuh area wajah pastikan tangan bersih dengan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

3. Saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah.

4. Bersihkan handphone, kacamata, tas, dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.

5. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan PHBS seperti mengkonsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari dan istirahat yang cukup dengan tidur minimal tujuh jam, serta menghindari faktor risiko penyakit.

(*)

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Positif Covid-19, Begini Kondisi Doni Monardo yang Sedang Jalani Isolasi Mandiri, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/01/26/positif-covid-19-begini-kondisi-doni-monardo-yang-sedang-jalani-isolasi-mandiri
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Theresia Felisiani