Vaksinasi Covid 19 Tarakan

Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia di Tarakan Masih Menunggu Alokasi Vaksin dari Pemprov Kaltara

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr Devi Ika Indriarti saat ditemui di Kantor Dinkes Kesehatan Kota Tarakan.

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Vaksinasi Covid-19 bagi lansia di Tarakan masih menunggu alokasi vaksin dari Pemprov Kaltara.

Terkait vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat lanjut usia ( lansia ) di Tarakan, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr Devi Ika Indriarti mengatakan masih menunggu dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ).

Dia menambahkan, alokasi yang diberikan dari pusat, memang untuk ibu kota provinsi.

"Kalau Ibu Kota Provinsi Kaltara kan di Tanjung Selor, jadi alokasinya semua memang ada di Tanjung Selor. Nanti tergantung Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara, berapa memberikan alokasi ke Tarakan. Kalau sudah ada, baru bisa kami informasikan ke lansia," ujarnya, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Segera Dilakukan, SDN 043 Tarakan Jadwalkan Simulasi Sesuai Protokol Covid

Baca juga: Keberangkatan Jemaah Haji Tertunda Akibat Covid-19, Kemenag Tarakan Tunggu Kepastian Arab Saudi

Baca juga: Terpilih Jadi Ketua PKB Tarakan, Achmad Usman Sebut Tantangan untuk Mempertahankan Keberhasilan

Dia sampaikan, pihaknya belum menerima informasi, berapa dosis yang diberikan untuk Kota Tarakan.

"Sudah ditanyakan, tapi belum informasi berapa alokasi untuk Kota Tarakan. Ada di Dinkes provinsi, belum ke sini," katanya.

Melalui dr Devi diketahui, ada sekitar 5.000 Lansia yang ada di Kota Tarakan, sehingga, jika nantinya Kota Tarakan mendapat jatah dosis vaksin Covid-19 bagi Lansia, pihaknya perlu menyesuaikan dan memfilter lansia di Tarakan yang memang layak mendapat vaksin Covid-19.

"Lansia bisa diberikan vaksin, karena memang sesuai dengan hasil risetnya seperti itu. Tapi ada beberapa kriteria untuk lansia, misalnya penyakit tekanan darah tingginya gimana, itu ndak boleh lebih 180/110 seperti itu," jelasnya.

Terkait efek samping, dia sampaikan semua vaksin pasti memiliki efek samping. Namun tergantung reaksi yang ditimbulkan.

"Termasuk Sinovac, tapi kan sudah berdasarkan hasil riset, makanya diberikan. Tidak mungkin belum riset sudah diberikan, itu kan namanya berita hoaks," tuturnya.

Baca juga: Hari Raya Nyepi 2021, Umat Hindu di Tarakan Laksanakan Ritual Mecaru di Pura Agung Giri Jagatnatha

Baca juga: Kepala Kemenag Tarakan Ungkap Pembangunan Asrama Haji Transit Kaltara Ditunda Hingga Tahun 2022

Baca juga: Serahkan Laporan Keuangan ke BPK Kaltara, dr Khairul Beber Problem Krusial Pemkot Tarakan

Halaman
123

Berita Populer