Berita Malinau Terkini

Forum Konsumen Telekomunikasi Beber Dampak Gangguan Layanan Internet di Malinau

Penulis: Mohamad Supri
Editor: Amiruddin
Pertemuan antara perwakilan Forum Konsumen Telekomunikasi Malinau, dan Kepala Kantor Daerah Telkom Malinau & Nunukan di Kantor Plasa Telkom Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalkmantan Utara, Jumat (16/7/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI)

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Forum Konsumen Telekomunikasi Malinau (FKTM) kembali menagih tuntutan terkait kendala jaringan di Malinau.

Sebelumnya, FKTM telah mengajukan sejumlah usulan termasuk menuntut penjelasan berkaitan ketidakpuasan layanan provider Telkom di Malinau pada senin lalu (12/7/2021).

Kemarin, Kepala Kantor Daerah Telkom (Kakandatel) Nunukan & Malinau sepakat untuk menemui perwakilan pelanggan untuk membahas masalah tersebut.

Baca juga: Sejak Juni, Sudah 15 Kali Koneksi Internet di Malinau Bermasalah, Penyedia Jasa Sebut Force Majeure

Perwakilan FKTM, Rizky Pratama menyampaikan sejumlah substansi tuntutan konsumen, berkaitan upaya pencegahan termasuk informasi kerusakan wajib disampaikan kepada seluruh pelanggan.

"Poin-poinnya adalah terkait gangguan massal. Informasi kerusakan harus disampaikan langsung ke perangkat konsumen.

Dan berkaitan kompensasi gangguan dan upaya mitigasi. Karena dalam sebulan tak hanya sekali dua Gamas (gangguan massal), terlalu sering," ujarnya, Sabtu (17/7/2021).

Pantauan TribunKaltara.com, mediasi yang dilaksanakan di Kantor Telkom Malinau kemarin berlangsung alot. Dikarenakan permintaan terkait kompensasi merata tidak disetujui.

Pertemuan tersebut diadakan di Kantor Telkom Malinau, menghadirkan sejumlah perwakilan pelanggan dari FKTM dan manajemen Telkom Malinau, diwakili Kakandatel Nunukan-Malinau, Andi Naufal Iskandar.

Manajemen Telkom Malinau menilai gangguan massal dalam keadaan memaksa atau force majeure merupakan jenis gangguan yang berada di luar kekuasaan penyedia jasa.

Sebelumnya diberitakan TribunKaltara.com, keadaan memaksa yang dimaksud adalah gangguan jaringan karena faktor alam, sabotase, dan yang paling sering terjadi di Malinau adalah karena aktivitas proyek pelebaran jalan.

Halaman
12