Berita Tarakan Terkini

Dua PNS Pemkot Tarakan Disanksi, Satu ASN Terlibat Kasus Asusila Diberhentikan Secara Tidak Hormat

Penulis: Andi Pausiah
Editor: M Purnomo Susanto
Sekda Kota Tarakan, Hamid Amren. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Dua PNS Pemkot Tarakan dikenai sanksi disiplin ringan dan berat.

Satu ASN terlibat kasus cabul dengan hukuman 5 tahun penjara diberhentikan secara tidak hormat.

Dua orang Aparatur Sipil Negara ( ASN) kembali dijatuhi sanksi hukuman disiplin dari Pemkot Tarakan.

Baca juga: Tolak Dilakukan Otopsi, Polisi Tetap Lakukan Penyelidikan Tewasnya Supriadi yang Terantung di Pohon

Baca juga: Jalin Kerjasama dengan Pemkab Tana Tidung, Rektor UBT Prof Adri Patton: Peningkatan Sumber Daya ASN

Baca juga: Teken MoU dengan Universitas Borneo Tarakan, Pemkab Tana Tidung Rencana Kuliahkan 10 ASN Per Tahun

Salah seorang ASN tersebut terlibat kasus pencabulan harus menerima akibatnya yakni pemberhentian dengan tidak hormat.

Dibeberkan Sekretaris Daerah (Sekda) Tarakan Hamid Amren, keduanya diberi sanksi tegas karena terbukti melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dua orang ASN di lingkungan Pemkot Tarakan masing-masing diberikan sanksi disiplin sedang ringan dan hukuman berat akibat ulah mereka sendiri.

Surat Keputusan (SK) juga telah diserahkan kepada yang bersangkutan, Jumat (30/7/2021) lalu.

“SK sudah kami serahkan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Tarakan Hamid Amren.

Satu orang ASN berinisial RY, dijatuhi hukuman disiplin berat berupa pemberhentian tidak hormat tidak atas permintaan sendiri setelah terbukti dengan keputusan pengadilan melakukan tindak pidana dengan hukuman 5 tahun penjara.

“Dipecat dengan tidak hormat bukan permintaan sendiri karena dia melakukan tindak pidana yang telah mempunyai kekuatan hukum di Pengadilan Negeri Tarakan,” beber Hamid Amren.

Halaman
123