Berita Malinau Terkini

Sejak Tahun 2017, Disperingakop dan UMKM Malinau Usulkan Pembangunan Pasar Tradisional di Apau Kayan

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Editor: Junisah
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindagkop Malinau, Nasion Udon saat ditemui di Pasar Induk Malinau, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Malinau kembali mengusulkan pembangunan pasar tradisional di dua kecamatan perbatasan RI-Malaysia.

Sebelumnya, usulan pembangunan pasar untuk dua Kecamatan di Kabupaten Malinau yakni Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Selatan telah diusulkan sejak tahun 2017 silam.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindagkop Malinau, Nasion Udon menerangkan pembangunan pasar di dua wilayah kecamatan tersebut terdata sebagai wilayah sasaran pembangunan oleh Pemerintah Pusat.

Baca juga: Disperindagkop Malinau Usulkan ke Pemerintah Pusat, Pembangunan Pasar di Perbatasan, Ini Lokasinya 

Dari 3 wilayah kecamatan, satu diantaranya telah terealisasi. Sementara dua lokasi lainnya saat ini belum dibangun. Karenanya, Disperindagkop Malinau kembali mengusulkan kembali pembangunan pasar tersebut.

“Di Kayan Hilir sudah jadi, tinggal dua lokasi lagi, di Kecamatan kayan Hulu dan Kayan Selatan. Itu kembali kita usulkan ke pusat,” ujarnya, Sabtu (11/9/2021).

Baca juga: Curhat Pedagang Ikan di Pasar Tanjung Selor, Harga Ikan Nelayan Naik, Selama Pandemi Sepi Pembeli

Menurutnya, saati ini warga di dua kecamatan masih menanti realisasi pembangunan pasar tersebut. Sebab, bagi wilayah yang berbatasan dengan wilayah Sarawak, Malaysia tersebut.

Keberadaan pasar di wilayah perbatasan menjadi nadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah dengan akses dan jangkauan terbatas seperti di dua wilayah kecamatan tersebut.

Polres Malinau kembali menjadwalkan serbuan vaksinasi Covid-19 di awal Agustus 2021. Kali ini sasarannya diprioritaskan untuk pedagang pasar di Malinau. (Tribun Kaltara)

“Masih menunggu tindaklanjutny banyak warga menantikan. Sebab, pasar ini penting bagi stabilitas ekonomi dan kebutuhan pangan masyarakt di perbatasan,” katanya.

Seperti di Kecamatan Kayan Hilir saat ini, pasar yang telah difungsikan tersebut menurutnya menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya dengan terhubungnya akses darat di wilayah tersebut akan semakin memudahkan masyarakat.

Baca juga: Penataan Pasar Induk Tanjung Selor, Pedagang Sembako Menolak Dilarang Jual Sayur

“Jika nanti jalan nasional di perbatasa sudah terhubung, otomatis semua lebih mudah. Pengiriman logistik bisa ditembus lewat jalur darat. Karena itulah kita terus dorong rencana pembangunannya,” ucapnya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri