Berita Tarakan Terkini

Talkshow Tribun Kaltara: Masyarakat Sehat, Pelaku UMKM di Tarakan Bangkit: Ini Penjelasan Margiyono

Penulis: Andi Pausiah
Editor: Junisah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dr. Margiyono, salah seorang pembicara dalam Talkshow Tribun Kaltara Series ikut membahas persoalan kondisi ekonomi di Kota Tarakan.

“Kalau saya petakan, bagaimana hubungan penyerapan kredit dengan pertumbuhan ekonomi, tahun 2016 penyerapan kredit kita mengalami kenaikan sampai di tahun 2018. Dan 2018 menuju 2019 meluncur menurun,” ujarnya.

Demikian juga pada pola pertumbuhan ekonomi sejak 2015 mengalami kenaikan dan puncak tertinggi di 2019. Dan di 2020 mengalami penurunan. Jika membaca data, yang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi itu bukan hanya belanja pemerintah melainkan juga dari sisi sektor perbankan.

“Terutama bagaimana kredit terserap dan harga kredit yang disalurkan. Ini adalah berkaitan aktivitas ekonomo dipengaruhi daya serap perbankan,” jelasnya.

Selanjutnya ia memaparkan pola ekonomi yang terjadi di Kota Tarakan, harus didorong bergerak apakah itu dari sisi berbagai macama pengintegrasian yang sudah dilakukan Pemkot Tarakan seperti marketplace salah satunya.

Baca juga: Menteri, Kadin dan Kepala Daerah Isi Talkshow pada Launching TribunBekasi.com & Tribuntangerang.com

“Namun saya berharap ke depan ada sebuah improvinsasi masyarakat dan industry bagaimana menjual merek, brand, produk di Tarakan,” ujarnya.

Katakanlah lanjutnya seperti brand terkenal seperti KFC, Coca Cola, Mc Donals. Ia menilai Tarakan bisa dan berpotensi. Ia mencontohkan kepiting Tarakan.

“Kedepan bisa meningkatkan nilai tambah dengan upaya upaya inovasi baru. Kita sudah punya universitas di sini, yang tentu bisa berkolaborasi,” harapnya.

Sehingga lanjutnya, ada strategi yang bisa dibeberkan olehnya di antaranya strategi dan social culture “institution”. Di sini lanjutnya harus ada segmentasi dan zonasisasi aktivitas perdagangan, kemudian pendampingan dan pelatihan, lalu prioritas dan SDM lokal serta akses permodalan yang mudah dan feasible.

(*)

Penulis: Andi Pausiah