Berita Malinau Terkini

Jalan Alternatif Desa Kuala Lapang Malinau Barat Dibangun, Dikebut Rampung H-7 Target Penyelesaian

Penulis: Mohamad Supri
Editor: M Purnomo Susanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pembukaan jalan alternatif di Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. (TribunKaltara.com / Mohammad Supri)

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Jalan alternatif Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat dibangun, dikebut rampung H-7 dari target penyelesaian.

Pembukaan jalan alternatif di Desa Kuala Lapang, Kecamatan Malinau Barat ditarget rampung sepekan sebelum jadwal waktu penyelesaian.

Baca juga: Vaksinasi Booster Tenaga Kesehatan Stagnan 51 Persen, Kadinkes Malinau dr John Beber Penyebabnya

Jalan alternatif tersebut dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD 112 Kodim 0910 Malinau.

Hari ini merupakan hari pertama pelaksanaan TMMD 112 di Desa Kuala Lapang. Rencananya Kodim 0910 akan membangun jalan alternatif sekira 1.100 meter.

Diberitakan TribunKaltara.com, jalan tersebut melalui sejumlah lahan pertanian warga.

Bertujuan untuk memudahkan petani mengeluarkan hasil tani sekaligus sebagai jalur evakuasi bencana banjir.

Dansatgas TMMD 112, Dandim 0910 Malinau, Letkol Inf Sofwan Nizar menyatakan target penyelesaian direncanakan rampung pada 14 Oktober mendatang.

Rencananya pengerjaan jalan direncanakan selesai sepekan sebelum penutupan TMMD ke 112 tersebut.

Baca juga: Besok Kodim 0910 Malinau Kembali Gelar Vaksinasi Covid-19 Sinovac Dosis 1, Terbatas untuk 350 Orang

"Hari ini merupakan pembukaan TMMD 112. Sebelumnya ada Pra, dimaksudkan agar pelaksanaannya bisa selesai seminggu agar bisa dievaluasi sasaran fisik dan nonfisiknya," ujarnya, Rabu (15/9/2021).

Sasaran fisik dan nonfisik ditarget rampung sebelum penutupan TMMD 112 pada 14 Oktober 2021 mendatang.

Hal tersebut dilakukan agar evaluasi berkaitan beberapa pengerjaan jalan dapat selesai sesuai dengan target yang direncanakan.

"Seminggu atau H-7 sebelum penutupan kita akan evaluasi. Mana yang butuh pembenahan. Karena ada beberapa jenis sasaran fisik, sehingga saat penutupan semua sudah sesuai perencanaan," katanya.

Baca juga: Akses Beasiswa Daerah Sulit, Mahasiswa Malinau Curhat Minta Transparansi Program Desa Sarjana

Selain pembukaan jalur alternatif sepanjang 1,1 Kilometer, sasaran fisik lainnya adalah pembangunan jembatan kayu, plat duicker, dan rumah singgah.

Pembangunan jalan tersebut telah diusulkan sejak 2001 oleh masyarakat Kuala Lapang dan terealisasi pada tahun 2021 ini.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official