Berita Malinau Terkini

Awal September Stok Vaksin Usai Didistribusikan ke Desa,Dinkes Malinau Tunggu 1.200 Vaksin Tambahan

Penulis: Mohamad Supri
Editor: Junisah
Dinas Kesehatan P2KB Malinau, John Felix Rundupadang saat ditemui di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Dinas Kesehatan P2KB Malinau telah selesai mendistribusikan stok vaksin awal September 2021.

Stok dosis vaksin tersebut meliputi vaksin Sinovac, AstraZeneca dan Moderna yang didstribusikan ke tingkat desa.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau, John Felix Rundupadang menyampaikan stok vaksin saat ini telah sampai pendistribusian ke pelaksana tingkat desa.

Baca juga: Bioskop Mulai Buka, Ini Syarat Menonton Film di Bioskop, Wajib sudah Vaksin 2 Kali

"Untuk stok awal September, seluruhnya sudah selesai distribusi. Kemarin ada peruntukan dosis dua itu juga sudah selesai distribusi," ujarnya, Kamis (16/9/2021).

Menurutnya, untuk saat ini distribusi diarahkan untuk peruntukan vaksin dosis pertama.

Baca juga: PTM Dilaksanakan Mulai Pekan Lalu, Vaksinasi Peserta Didik Malinau Mulai Didistribusikan ke Sekolah

Setelah pada Agustus lalu diperuntukkan untuk penerima vaksin dosis ke dua. Kali ini stok vaksin disiapkan untuk warga yang belum menerima vaksinasi.

Saat ini, tambahan 1.200 vial vaksin CoronaVac diperkirakan akan segera tiba di Kabupaten Malinau. Dengan rincian 1 vial diperuntukkan untuk dua dosis vaksin.

Vaksinasi peserta didik di SMPN 2 Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (16/9/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

"Saat ini kami menunggu tambahan stok vaksin. Rencananya akan tiba vaksin CoronaVac 1.200 vial. Satu vial bisa dua dosis, artinya ada 2.400 dosis," katanya.

Saat ini, selain peruntukan untuk umum, stok dosis vaksin juga diperuntukkan bagi ibu hamil, peserta didik dan penyelesaian vaksinasi guru.

Baca juga: Vaksinasi Ibu Hamil Mulai Dilaksanakan, Simak Panduan Dokter Spesialis Kandungan RSUD Malinau

Metode distribusi disalurkan Dinas Kesehatan melalui kecamatan selanjutnya diteruskan kepada penyelenggara vaksinasi di tingkat desa dan RT.

(*)

Penulis : Mohammad Supri