CPNS Kaltara

Cerita Beth Lun, Peserta Tertua Pada Seleksi PPPK Nunukan, 18 Tahun jadi Guru Honorer di Perbatasan

Penulis: Febrianus Felis
Editor: Amiruddin
Pelaksanaan seleksi PPPK Fungsional Guru tahun 2021 di SMKN 1 Nunukan, Senin (13/09/2021). TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis.

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Meski usia terbilang tua, namun tak menyurutkan semangat ibu Beth Lun Lembudud (53) untuk jadi peserta seleksi PPPK Fungsional Guru tahun 2021 di Nunukan.

Saat dihubungi TribunKaltara.com, pada Kamis (16/09/2021) sore, Beth Lun Lembudud peserta PPPK asal Krayan Barat itu, menyampaikan ini kali ketiga dirinya mengikuti ujian seleksi masuk ASN.

Baca juga: Jangan Khawatir Tak Lulus Seleksi Uji Kompetensi Pertama, Peserta PPPK Guru Diberikan 3 Kesempatan

"Sudah dua kali ikut tes CPNS guru, pertama tahun 2013 lalu kedua tahun 2015. Tapi tidak lolos. Mudah-mudahan tahun ini PPPK-nya bisa lulus," kata Beth Lun Lembudud melalui telepon seluler sembari tertawa.

Ibu empat anak itu, sudah menjadi guru honorer 18 tahun di SDN 013 Krayan Barat.

Menjadi guru di daerah terpencil yang sulit mendapatkan jaringan telepon apalagi internet, tak membuat Beth Lun mengeluh.

Justru Beth Lun mengaku, dirinya nyaris tak bisa mengikuti seleksi PPPK tahun ini hanya karena terkendala jaringan internet saat mendaftar.

"Di tempat saya mengajar, PNS ada tiga orang sementara guru honorer empat orang. Nanti bulan 12 ada guru PNS yang sudah mau pensiun.

Jadi saya ambil formasi di sekolah tempat saya ngajar. Kebetulan formasinya ada dua orang," ucapnya.

Lanjut Beth Lun, karena jaringan kurang bagus di tempatnya, ia pergi ke ibu kota kecamatan untuk mendaftar.

"Sekalinya sudah terkunci. Tersisa empat SD yang masih ada formasinya. Mau tidak mau saya milih formasi guru kelas di SDN 004 Krayan Timur. Jauh dari tempat saya itu," ujarnya.

Halaman
1234