Berita Nunukan Terkini

Pemohon SIM di Polres Nunukan Wajib Tes Psikologi, Berikut Syarat dan Tarif Sesuai Aturan Polri

Kasat Lantas Polres Nunukan AKP Arofiek Aprilian Riswanto. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis.

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Pemohon Surat Izin Mengemudi atau SIM di Polres Nunukan wajib tes psikologi, berikut syarat dan tarif sesuai aturan Polri.

Mulai 13 September 2021, Polres Nunukan, Kalimantan Utara mulai memberlakukan tes psikologi bagi pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kasat Lantas Polres Nunukan AKP Arofiek Aprilian Riswanto mengatakan, tes psikologi menjadi syarat bagi penerbitan SIM sudah berlaku sejak lama di Indonesia, namun untuk lingkup Polda Kaltara baru diberlakukan serentak pada 13 September lalu.

Baca juga: PTM Terbatas Berlangsung Dua Pekan, Kepsek SMPN 2 Nunukan Sebut Banyak Siswa Minta BDR Karena ini

Bahkan, hal tersebut sudah diatur di dalam pasal 81 ayat (4) Undang-Undang nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan jo pasal 36 Peraturan Kapolri nomor 9 tahun 2012 tentang SIM.

"Syarat pemohon SIM wajib tes psikologi sebenarnya sudah berlaku sejak lama di Indonesia. Tapi untuk Polda Kaltara baru sekarang. Perlu ada tes psikologi, agar pemohon SIM dapat refleksi dari hasil tes nanti, oh saya ini kurang konsentrasi atau kurang cermat," kata Arofiek Aprilian Riswanto kepada TribunKaltara.com, Rabu (22/09/2021), sore.

Tes psikologi yang dimaksud akan dilakukan secara online melalui website khusus yang sudah dipersiapkan oleh pihak ketiga, dalam hal ini lembaga psikotes.

Nantinya, pemohon SIM akan mendapatkan E sertifikat yang akan dilampirkan bersama surat keterangan sehat sebagai kelengkapan berkas administrasi.

"Kan syarat administrasi salah satunya yaitu sehat jasmani dan rohani. Untuk sehat jasmani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau Puskesmas. Sedangkan, untuk rohaninya dibuktikan melalui sertifikat tes psikologi," ucapnya.

Sebagai lembaga Kepolisian khususnya Sat Lantas, kata Arofiek pihaknya mendapat feedback (umpan balik) dari pihak ketiga.

"Feedback yang kami peroleh dari pihak ketiga yaitu bisa mengetahui karakteristik orang di wilayah Nunukan seperti apa, misalnya sebagian besar orangnya terburu-buru," ujarnya.

Baca juga: Ratusan Siswa Nunukan Terima Vaksinasi Covid-19, Kepsek SMPN 2: Puluhan Ortu Tolak Anaknya Divaksin

Halaman
12