Berita Bulungan Terkini

Polres Bulungan Antisipasi Timbulnya Mafia Tanah di KIPI, AKBP Ronaldo Maradona: Akan Saya Tindak

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona Siregar Menggunakan Pakaian Adat Tradisional Dayak, Saat Menghadiri HUT Bulungan Ke-61 di Halaman Kantor Bupati Bulungan Rabu (13/10/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI).

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Polres Bulungan antisipasi timbulnya mafia tanah di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional atau KIPI, AKBP Ronaldo Maradona: Akan saya tindak.

Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona Siregar, buka suara tentang antisipasi adanya mafia tanah pembangunan infrastruktur di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan.

"Tentu tindak hukum tegas, yang mengganggu perencanaan pembangunan, berlaku dimana saja, kami bersama unsur forkopimda itu sudah lakukan langkah taktis, praktif, cegah mafia tanah di Bulungan," tegasnya Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Pembangunan PLTA Sungai Kayan di Peso Bulungan Tetap Berjalan, Khaeroni: Gudang Ledak Juga Sudah Ada

Lebih lanjut, langkah tindak tegas yang AKBP Ronaldo akan laksanakan juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Bulungan Syarwani beserta jajarannya.

"Pak Bupati menyampaikan, kerja sama dengan Polres Bulungan, untuk terus beri edukasi, identifikasi, para Kamtibmas kami juga melakukan kajian terkait informasi apabila ditemukan kejadian mafia tanah, bermain disana," ungkapnya.

Pihaknya juga telah menerima laporan berupa informasi dari jajarannya, yang berlanjut melakukan investigasi temuan kasus mafia tanah tersebut.

"Jadi informasi ini, kami kumpulkan, kami dalami, jika ada pelanggaran hukum, yang dilakukan, baik perorangan maupun secara terkonspirasi dari satu kelompok kami lakukan tindakam tegas," ucapnya.

AKBP Ronaldo Maradona, pada saat bersamaan, menjelaskan pula kepada TribunKaltara.com tentang undang-undang mafia tanah.

Baca juga: Musim Pancaroba, BPBD Bulungan Siaga 24 Jam, Sebut Informasi Masyarakat Merupakan Kunci Utama

"Mafia tanah itu, biasa terlibat misalnya penerbitan surat palsu, atau menerbitkan surat hak atas tanah yang bukan dalam kuasanya, pemberian keterangan palsu, surat tanah," tuturnya.

Sementara itu, intinya apabila beberapa temuan kasus tersebut ada, warga dapat melapor kepolisian, dan pihaknya akan melalukan penyelidikan.

"Jadi kami terus menggali informasi, apabila diberikan kepada aparat kepolisian, harus melakukan penyelidikan jadi kamipun tidak gegabah," tutupnya.

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi