Berita Bulungan Terkini

Makna dibalik Tarian Jugid Demaring Asli Bulungan, Sensuswati Datu Perdana Beber Pantangannya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tarian Jugid Demaring asli Bulungan dibawakan oleh gadis dari Sanggar Tari Setara (Seni Tari Remaja). (TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI).

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Makna dibalik tarian Jugid Demaring asli Kesultanan Bulungan, Sensuswati Datu Perdana beber pantangannya.

Kesultanan Bulungan merupakan cikal bakal dari Kab. Bulungan yang mempunyai 2 (dua) tari klasik yang hanya boleh dipentaskan saat Kesultanan mengadakan acara-acara adat dan acara resmi.

Hal ini karena diungkapkan langsung oleh Hj. Sensuswati Datu Perdana, merupakan Pembina Sanggar Tari Setara (Seni Tari Remaja) Keturunan keraton Bulungan, anak Haji Datu Muhammad Shaleh bergelar Datu Perdana Kepada TribunKaltara.com.

Baca juga: Dibuka untuk Umum, Rumah Raya Kesultanan Bulungan Bakal Terus Menjadi Ikon, Ini Tanggapan Kerabat

"Jadi pada waktu istana kebakaran, jubir (Juru Bicara) juga tidak ada, setelah tanggal 29 Agustus Tahun 1977, saya dan bersama kakak saya, Datu Abdul Aziz itu memperkenalkan ke Jakarta," ungkapkan Jumat (15/10/2021).

"Kalau jaman dulu masih pakai baju tetoron, gelang-gelangnya masih pakai kertas Prada, pada saat itu mengikuti acara Jakarta Fair, waktu itu menari di Taman Ismail Marzuki," tambahnya Kepada TribunKaltara.com.

Lebih lanjut, Hj. Sensuswati Datu Perdana menambahkan juga Tari Jugit Demaring merupakan tarian selamat datang yang ditarikan oleh beberapa gadis.

"Hanya boleh menari di pentaskan di dalam istana hingga teras depan istana dan tidak boleh dimodifikasi tarian tersebut," tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Tari Jugit Demaring sangat memegang peranan penting dalam setiap acara resmi Kesultanan Bulungan Tempo dulu.

Baca juga: Lestarikan Budaya Lokal, Bupati Bulungan Syarwani Minta ada Muatan Lokal Bahasa Daerah di Sekolah

"Tarian ini cerita tentang suka cita warga Bulungan, sambut tamu yang di lambangkan oleh gadis-gadis cantik nan gemulai, lalu diiringi alat musik kelentangan, Gong sama Biola, syair lagunya juga yang nyanyi lebih satu orang," tuturnya.

Sementara itu, Hj. Sensuswati berterus terang untuk melestarikan tarian tradisional khas Bulungan yaitu Tari Jugit Demairing ditengah perkembangan tarian modern sulit mencari penerus tarian tersebut dan sering terjadi kombinasi tarian berlebihan.

Halaman
12