Berita Bulungan Terkini

Makna dibalik Tarian Jugid Demaring Asli Bulungan, Sensuswati Datu Perdana Beber Pantangannya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tarian Jugid Demaring asli Bulungan dibawakan oleh gadis dari Sanggar Tari Setara (Seni Tari Remaja). (TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI).

"Memang sulit, waktu saya melatih tari ini selama 3 bulan, makanya dimangkok kecil, setelah itu tiap pagi dirumah sini, sekarang ini banyak disalahgunakan gerakan tarian sakral ini," terangnya.

Baginya, Tari Jugit Demairing Sakral dan tidak boleh dikreasikan sebab makna dalam tarian tersebut sangat dalam bagi Kerajaan Bulungan pada jaman dahulu saat itu.

"Kami masyarakat asli disini, merasa terhinalah, karena mereka dengan pakaian baju lain, gerak tidak sama, jadi ada pantun saya tadi gerak bunau kerengbuana," jelasnya.

TribunKaltara.com juga telah menanyakan secara spesifik apa saja aksesoris yang dipakai oleh Penari Jugit Demaring Khas Kabupaten Bulungan kepada Hj. Sensuswati yang bergelar Datu Perdana diantaranya yaitu ;

- Menggunakan Kemben warna kuning, untuk rok,

Baca juga: Mengenal Panganan Khas Bulungan, Kue Gula Tarik Dibuat Orang Terpilih & Tak Boleh Bicara Kasar

- Selendang dan kipas berwarna hijau pada lengan ada Tangkong dan Tangkop Udeng

- Pada tangan menggunakan Geleng Randu, Hiasan kepala menggunakan Jamong dibagian depan dan Tandu Gelung berambut panjang pada bagian belakang.

- Pada dada dan wajah diberi titik berwarna putih seumpama itu adalah tetesan air dari percikan ombak.

"Harapan saya selaku pelatih Tari Jugid ini, kepada generasi muda, jangan sampailah merubah, mengkreasikan, jika saya diminta melatih, jangan minta dirubahkan, ini sekali sakral," tutupnya.

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi