Berita Tarakan Terkini

Cerita Pembuat Singal yang Dikenakan Jokowi Saat Kunjungan ke Kaltara, Didatangi Bupati Malam-malam

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Usman Nanjrid Maulana, merupakan pria Kota Tarakan, asli suku Tidung, pembuat Singal bercorak warna Kuning untuk Presiden RI Joko Widodo yang kemarin Selasa (19/10/2021) berkunjung Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. (TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI).

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Utara atau Kaltara pada Selasa (19/10/2021) lalu.

Di Kaltara, orang nomor satu di Indonesia tersebut mengunjungi Kota Tarakan dan Kabupaten Tana Tidung.

Saat berada di Kota Tarakan, Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dan pemberian bantuan untuk pedagang kaki lima (PKL).

Sedangkan di Tana Tidung, Jokowi melakukan penanaman mangrove di Desa Bebatu, bersama sejumlah Duta Besar negara sahabat.

Baca juga: Gubernur Kaltara Zainal Paliwang Ungkap Momen Satu Helikopter Dengan Presiden Jokowi

Saat berada di Tana Tidung, Jokowi mengenakan pengikat kepala khas Kalimantan Utara bernama Singal, yang bercorak kuning keemasan, kombinasi hitam.

Singal yang dikenakan Jokowi saat berada di Tana Tidung, dibuat oleh pria bernama Usman Nanjrid Maulana.

Ia merupakan pria asli Suku Tidung, yang kini berdomisili di Kota Tarakan.

Singal Tidung yang selama ini diproduksi dan kemudian disosialisasikan berbagai motif dan warna oleh masyarakat Kalimantan Utara dengan jenis Singal "Tanjik Kumagod" artinya tanjakan sebelah kanan.

"Pemakaian Singal Tanjik Kumagod atau tanjakannya itu segaris lurus dengan "Kiloy" yang berarti Alis," kata Usman Nanjrid Maulana kepada TribunKaltara.com.

"Dia segaris lurus dengan alis, kemudian melingkar di kepala, bagian bawah posisinya rata, dan jangan sampai salah pemakaian, dengan posisi yang paling belakang itu, atau jatuh ke belakang atau bahasa Tidung itu disebut Klinjo," tambahnya.

Presiden RI, Joko Widodo di lokasi penanaman mangrove, Selasa (19/10/2021) kemarin menggunakan Singal khas Suku Tidung. (TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Sekretariat Negara)
Halaman
1234