Berita Malinau Terkini

Terdampak Pandemi Covid-19, Pedagang Sembako di Nunukan Beralih Dagang Tas Anyaman Khas Tidung

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Salbiah beralih dagang tas anyaman khas Tidung. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis.

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Terdampak pandemi Covid-19, pedagang sembako di Nunukan beralih dagang tas anyaman khas Tidung.

Gegara pandemi pedagang sembako di Nunukan ini beralih dagang tas anyaman khas Tidung.

Bagi H Salbiah (52), untuk bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19 harus bisa keluar dari zona nyaman.

Saat ditemui dikediamannya di Jalan Sanusi, RT 06, Kelurahan Nunukan Barat, Salbiah mengaku sudah berdagang tas anyaman khas Tidung tiga tahun yang lalu.

Baca juga: Speedboat Rute Nunukan-Tarakan Sepi Minggu 14 November 2021, Jam Berangkat Terakhir Pukul 14.00 Wita

Salbiah mulai termotivasi saat menghadiri perayaan ulang tahun di rumah adat Tidung. Ia sedih melihat tak ada satupun kerajinan khas Tidung yang bisa dipajang di balai adat mereka.

"Saya sebelumnya pedagang sembako. Tapi karena pandemi, jadi mau coba usaha lain. Kebetulan waktu acara ulang tahun di balai adat, saya sedih lihat tidak ada kerajinan tangan di situ. Mulailah saya berpikir untuk mencari kerajinan tangan apa yang cocok untuk dipajang di balai adat kami," kata Salbiah kepada TribunKaltara.com, Minggu (14/11/2021), sore.

Singkat cerita, Salbiah lalu menemukan ide untuk mencari tahu cara membuat tas anyaman khas Tidung dari bahan Pandan Purun.

Menurut ibu dua anak itu, Pandan Purun merupakan tanaman yang sudah digunakan oleh para leluhur mereka untuk membuat kerajinan tangan.

"Daun Pandan Purun itu sudah dari nenek moyang kami gunakan untuk membuat kerajinan tangan. Seperti untuk membuat tas, tikar, tempat kintung atau tempat lauk, tempat padi, dan hasil panen. Kalau di Nunukan bisa kita temukan di dekat sungai atau rawa," ucapnya.

Untuk sementara ini, Salbiah menuturkan, dirinya belum bisa memproduksi tas anyaman khas Tidung itu sendiri. Lantaran, kesulitan mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang konsen di bidang kerajinan tangan.

Halaman
123