Berita Bulungan Terkini

Restribusi Sampah di Perumahan Rp15.000 hingga Rp 30.000, DLH Bulungan Imbau Warga Buat Bank Sampah 

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tempat Pembuangan Sampah Sementara di Perumahan Jalan Gelatik Tanjung Selor Kabupaten Bulungan

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Kepala Pembina Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas LH Kabupaten Bulungan Makromi, mengatakan bahwa retribusi sampah di perumahan masih tetap di harga 15 ribu sampai 30 ribu sesuai tipe rumah.

"Sesuai Perda Kabupaten Bulungan Nomor 10 Tahun 2011 bagian 2 Pasal 9 dan Pasal 10 menjelaskan tentang tugas kami layani sampah masyarakat, dan untuk minta retribusi tetap dipasal 12 tentang kluster tipe perumahan apa saja sudah ada harganya," ungkapnya Kamis (18/11/2021).

Ia juga menambahkan sudah lakukan sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Bulungan yang tinggal di perumahan tentang membuat pengelolaan bank sampah.

Baca juga: Ibu di Nunukan Olah Sampah Rumah Tangga jadi Kerajinan Menarik, Terhenti Karena Pandemi dan SDM

"Terkait pengelolaan bank sampah setiap perumahan sudah kami kasih tahu, secara khusus retribusi untuk menggunakan metode MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) juga sudah kami sampaikan, mereka tinggal buat bangunan bank sampah tersebut dengan dana swadaya di komplek rumah tersebut," ucapnya.

Maksud Mukromi wajib bangun Bank Sampah di setiap perumahan untuk tidak terjadi penumpukan dan bisa dikelola masyarakat menjadi barang daur ulang dengan nilai jual tinggi.

Baca juga: Resmikan Tempat Pengelolaan Sampah 3R, Bupati Bulungan Syarwani Harap TPS Dapat Dikelola Maksimal

"Ada Bank sampah dari pihak pengembangan warga di perumahan adalah, strategi untuk pengumpulan sampah kering dan dipilah serta membangun kepedulian masyarakat, agar dapat berkawan dengan sampah, untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah daur ulang," ucapnya.

Menurut Makromi sudah merumuskan letak-letak strategis Bank Sampah di beberapa kecamatan Bulungan.

"Kami dari DLH sudah memfasilitasi, letak lahan lokasi bangun bank sampah itu sudah ada, kemudian iuran juga akan dilakukan musyawarah kesepakatan bersama pengembang-pengembang warga di perumahan tersebut, tinggal masyarakat mau membuatnya atau tidak, karena untuk lingkungan kita tetap sehat," ucapnya.

Kepala Pembina Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas LH Kabupaten Bulungan Makromi (TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI)

Ia berharap, pengembangan Bank Sampah harus dikelola secara musyarawah bukan hanya dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan.

"Ini harus dikelola bersama antar sesama tetangga komplek rumah, kelompok lembaga swadaya di kecamatan, sehingga bukan DLH saja yang akan merawat, melakukan, memantau, memfasilitasi jadi kita sama-sama tanggung jawab atas pengembangan Bank Sampah yakan," ucapnya.

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, IWP dan Siklus Luncurkan Pilot Project Solusi Isi Ulang di Labuan Bajo

Lebih lanjut, dengan tersedia adanya Bank Sampah di perumahan, maka retribusi yang diminta DLH kepada pengelola lembaga swadaya masyarakat (LSM) tempat tinggal tersebut dana akan tercatat.

"Dana retribusi sampah dan pengelolahan Bank Sampah akan terdata di DLH Bulungan sehingga tidak ada memanipulasi mainkan harga tarik iuran,retribusi ini buat juga buat layanan kemasyarakat dan untuk masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Makromi terus-terang mengatakan kehadiran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan bersama masyarakat untuk menangkal sumber penyakit dan mengelolah produk lokal dari bank sampah.

Baca juga: Duel Lansia di Banjarmasin Gegara Buang Sampah Berujung Maut, Balok Ulin dan Palu Jadi Bukti

"Ini tugas kita bersama, sampah dan pandemi Covid-19 sedang bersandingan bisa jadi sumber penyakit, apa salahnya membangun daerah ini, dengan buat bank sampah kemudian sampahnya di daur ulang kan jadi sumber pemasukan tempat tinggal disitu pemahaman seperti ini harus ada," ucapnya.

(*)

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi