Berita Tarakan Terkini

Kembali Bahas Persoalan UMK Tarakan, Wali Kota Berharap Hasil Pembahasan Bisa Diterima Semua Pihak

Penulis: Andi Pausiah
Editor: M Purnomo Susanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kembali bahas persoalan UMK Tarakan, Wali Kota Tarakan berharap hasil pembahasan bisa diterima semua pihak.

Jika tak ada aral melintang, besok direncanakan pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan, Senin (22/11/2021).

Dalam pembahasan UMK Tarakan tahun 2021, direncanakan dihadiri serikat buruh difasilitasi Pemkot Tarakan bersama Polres Tarakan melakukan silaturahmi.

Baca juga: Wali Kota Tarakan Buka Pagelaran Pekan Budaya Daerah, Khairul: Tarakan Jadi Miniatur Indonesia

Dikatakan Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, hari ini sudah melakukan pertemuan bersama perwakilan serikat buruh bersama pra pertemuan yang akan dilakukan Senin esok.

Wali Kota Tarakan, Khairul berharap, pertemuan esok hasilnya bisa diterima semua pihak baik serikat pekerja dan pengusaha.

Sehingga besaran UMK Tarakan bisa segera diajukan ke gubernur Kalimantan Utara untuk ditetapkan.

“Pertemuan ini berkaitan dengan serikat pekerja, silaturahmi dengan kepala daerah dalam rangka menyikapi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Serikat pekerja mengeluhkan dengan rumus yang ada, kenaikan UMK kecil hanya sekitar Rp 12 ribuan dilihat dari aspek pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan lain sebagainya,” ungkap Wali Kota Tarakan, Khairul, Minggu (21/11/2021).

Baca juga: Baznas Tarakan Siapkan Anggaran Bantu Warga Jika Terjadi Musibah, Tiap Bulan Beri Paket Sembako  

Khairul menyampaikan, besok perwakilan serikat organisasi buruh menyampaikan aspirasi, tetapi keputusan tetap hasil musyawarah yang pembahasannya diserahkan kepada Dewan Pengupahan Kota.

"Di dalamnya ada unsur pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha. Diharapkan dalam pertemuan nanti ada solusi dalam menyikapi PP 36 Tahun 2021. Semoga ada jalan tengah antara keinginan para buruh dan pengusaha. Karena begini, kalau buruh maunya naik setinggi-tingginya, kalau pengusaha maunya kalau bisa jangan naik, kalaupun naik rendah," ungkapnya.

Sehingga lanjutnya, ini akan dimediasi pemerintah daerah.

Ia berharap ada jalan keluar sehingga tidak perlu ada kegiatan mengumpulkan orang banyak.

Baca juga: Target 30.000 Dosis uintuk Kaltara, Pemkot Tarakan Pilih Warga Karang Anyar Divaksin, Ini Alasannya

"Mudah-mudahan ada jalan keluar karena mau ada demo segala macam, kalau bisa dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19 saat ini jangan ada demo. Saya kira itu upaya terakhir,” pungkasnya. (*)

Penulis: Andi Pausiah