Berita Malinau Terkini

Perjuangan IKBM dan Sekolah di Malinau Atasi Learning Loss, Kolaborasi Pembelajaran Ramah Anak

Penulis: Mohamad Supri
Editor: Sumarsono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pegiat TBM di Desa Kaliamok, Malinau, Kalimantan Utara menggunakan buku cerita dalam kegiatan belajar membaca. Pegiat TBM di Malinau memberikan bantuan belajar kepada anak-anak yang mengalami learning loss. DOK IKBM.

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Ikatan Keluarga Baca Malinau atau IKBM sinergi dengan sekolah-sekolah di Malinau berusaha mengatasi learning loss akibat pandemi Covid-19.

IKBM sendiri didirikan pada 6 September 2019 lalu.

Organisasi ini mulai tumbuh seiring berjalannya program Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan Masyarakat atau TBM di Kabupaten Malinau.

Hingga September 2022, sebanyak 28 TBM, Perpusdes, dan komunitas di 17 desa telah bergabung dalam IKBM.

Operasional kegiatan TBM dibiayai oleh pemerintah desa melalui dana desa dan alokasi dana desa.

Pengurus IKBM diundang menghadiri dan berbagi pengalaman pada Festival Literasi Indonesia atau FLI di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, 28 September – 1 Oktober 2022.

Baca juga: Sinergi Sekolah dan Taman Baca Masyarakat Terbukti Efektif Atasi Learning Loss di Malinau

Di sana, pengurus IKBM berbagi cerita program percepatan pembelajaran anak terdampak learning loss melalui program kolaborasi literasi.

Wakil IKBM Leo Riski Ricardo mengungkapkan, sinergi antara sekolah dan Taman Bacaan Masyarakat dapat memacu progres belajar anak akibat learning loss.

“Program ini merupakan kolaborasi antara Institut Teknologi Bandung (ITB), Yayasan Litara, dan Ikatan Keluarga Baca Malinau ,”ujar Pria yang akrab disapa Leo ini.

Leo Riski Ricardo, Wakil Ketua Ikatan Keluarga Baca Malinau, Kalimantan Utara, membacakan buku cerita kepada anak-anak di Desa Kuala Lapang, Malinau. Kegiatan membaca yang menyenangkan menjadi aktivitas rutin di TBM yang ada di Malinau. Dokumentasi IKBM (HO)

Program yang diinisiasi IKBM dilaksanakan terukur dengan keterlibatan tenaga pendidik untuk mengidentifikasi siswa terdampak learning loss melalui asesmen diagnostik.

Hasilnya, berdasarkan asesmen, IKBM akan memberikan pendampingan berupa prioritas bantuan belajar kepada anak.

Program ini menurut Leo, terbukti efektif memulihkan 60 persen dampak learning loss pada anak.

Leo menjelaskan penanganan learning loss dilaksanakan secara kolabortif melibatkan guru di sekolah dan pengurus IKBM.

Baca juga: Belajar dari Rumah, Sebabkan Siswa di Malinau  Alami Learning Loss, PTM Terbatas Sesuaikan Zonasi

Di bangku sekolah, guru menerapkan strategi pembelajaran asesmen diagnostik dan pembelajaran terdiferensiasi yang merupakan turunan dari kurikulum merdeka.

Halaman
12