INSIDEN MAUT DI STADION KANJURUHAN

Update Ricuh di Kanjuruhan yang Berujung Tewasnya 182 Orang, Mantan CEO Arema: Ini Duka Kita Bersama

Editor: Sumarsono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mobil K-9 dibalik oleh supporter Aremania dalam kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) (KOMPAS.COM/Imron Hakiki)

TRIBUNKALTARA.COM, JAKARTA – Update ricuh di Stadion Kanjuruhan, Malang usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam berujung pada tewasnya sekitar 182 orang.

Insiden maut di Stadion Kanjuruhan ini membawa duka mendalam bagi publik Malang dan Aremania, termasuk mantan CEO Arema Agoes Soerjanto.

Sebagai orang yang pernah menjadi memimpin klub bola kebanggaan masyarakat Malang itu, Agoes mengaku sangat bersedih dan terus meneteskan air mata mendapat kabar dari Malang.

Agoes yang kini banyak berada di Jakarta itu terus mendapat suplai informasi dari banyak pihak.

Termasuk soal tragedi ini. "Ini benar-benar membikin dada sesak. Sangat memilukan," ucap Agoes terbata-bata.

Kesedihan Agoes memang sangatlah mendalam. Betapa tidak, Waketum GM FKPPI ini cukup lama bersama Arema.

Baca juga: Ricuh di Kanjuruhan Usai Arema FC vs Persebaya, Bagaimana Nasib Laga PSIS Semarang vs Bhayangkara FC

Pahit getir dan suka dukanya bersama Arema masih sangat lekat di hatinya.

Karenanya, meski sudah tidak lagi menjadi bagian dari Arema sejak dua tahun lalu, ia masih merasa bersama dengan Arema dan Aremania sampai kapan pun.

"Jadi ini adalah duka saya. Juga duka kita bersama. Beban berat ini juga beban kita bersama. Mari kita hadapi dan pikul beban ini bersama-sama," ucapnya.

Agoes yang saat dihubungi di Jakarta ini pun akan segera bergegas kembali ke Malang untuk membersamai duka Aremania.

Kekalahan Arema FC dari Persebaya Surabaya di BRI Liga 1 2022 tadi malam berbuntut panjang. Terjadi kericuhan di Stadion Kanjuruhan (SURYA.CO.ID/Ipunk Purwanto)

"Segera, segera saya kembali. Ini duka kita bersama. Saya ingin bersama Aremania," kata Agoes yang masih menjalani proses recovery ini.

Insiden maut di Stadion Kanjuruhan, sambung Agoes, telah menjadi tragedi nasional.

Kepedihan ini pun dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia.

"Jadi ini duka bersama, maka beban ini juga harus atasi bersama-sama. Kita bantu para korban dan keluarganya. Kita songgo (ringankan) beban mereka bersama-sama," ucap Agoes.

Halaman
123