Berita Daerah Terkini

Jalan Rusak, Driver Ojol Lakukan Aksi Demo di DPRD Bontang, Sampaikan Lima Tuntutan

Editor: Junisah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aksi yang digelar 5 perwakilan driver Ojol di depan gedung DPRD Bontang

TRIBUNKALTARA.COM, BONTANG - Driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) lakukan aksi demo  di depan Gedung DPRD Bontang, Kalimantan Timur, Senin (3/10/2022).

Dalam aksi demo damai ini, perwakilan driver ojol membawa sejumlah spanduk dan banner yang bertuliskan sejumlah tuntutan yang diinginkan.

Berikut lima tuntutan driver ojol yang disampaikan kepada DPRD Bontang:

Baca juga: Gara-gara Dapat Bintang 1, Driver Ojol dan Puluhan Temannya Geruduk Rumah Ibu-ibu di Cirebon

 *Pertama meminta pemerintah untuk memperbaiki infrastrukur jalan.

* Kedua, mengesahkan payung hukum untuk ojek online.

* Ketiga penghapusan tarif zonasi ojek online. Keempat, revisi potongan biaya penggunaan aplikasi

Baca juga: Viral Driver Ojol Masuk Tol di Makassar Dihentikan Polisi, Akui Tersesat saat Hendak Antar Makanan

* Keempat, pemasangan wi-fi gratis di pangkalan ojek.

* Kelima, pemberian BLT bagi ojol akibat terdampak kenaikan harga BBM. Terakhir, meminta      kepada pemerintah untuk fokus mengatasi banjir di Bontang.

Contoh pantun ala driver ojek online. (Twitter/txtdariojoll)

“Saya rasa pemerintah segera memperhatikan jalan yang rusak, karena kami para ojol tempat utama kami mencari rezeki ya di jalan, sangat beresiko sekali bagi kami jika jalan di Bontang banyak yang rusak,” ucap ketua Garda, Muhammad Ayyub.

Sementara itu, Walikota Bontang Basri Rase yang berada dalam gedung DPRD pun keluar menemui para Ojol tersebut.

Baca juga: Kisah Driver Ojol di Bogor yang Motornya Dibawa Kabur Pelanggan, Justru Dipukul saat Lapor ke Polisi

Basri Rase berjanji bakal mewujudkan beberapa tuntutan yang memang menjadi domain kebijakan pemerintah daerah.

Seperti pengadaan wi-fi di pangkalan ojol. Namun, hal itu masih akan dibahas lebih mendalam oleh Pemkot Bontang agar kebijakan tersebut bisa tepat sasaran.

“Tetap kami tampung. Tidak bisa seketika terealisasi, karena kami mesti buat formula kebijakannya dahulu,” jelasnya.

Sedangkan untuk pemberian BLT bagi driver ojol dapat diwujudkan dengan pemberian bantuan sopir angkot di Bontang. Saat ini, pemerintah tengah menunggu pengesahan anggaran agar BLT dapat segera didistribusi.

Baca juga: Contoh 18 Pantun Kocak ala Driver Ojol, Bisa Hibur Pelanggan agar Tetap Sabar Menunggu

“Tunggu perda anggaran perubahan diketok dulu. Setelahnya, baru bisa kita lihat siapa-siapa yang berhak mendapat bantuan itu. Yang jelas kategori masyarakat tidak mampu,” jelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(*)

Sumber: Tribunkaltim.co.id