INSIDEN MAUT DI STADION KANJURUHAN

Indonesia Bisa Bebas dari Sanksi atas Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan, Ini Alasannya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suporter Arema FC, Aremania turun ke stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Aremania meluapkan kekecewaannya dengan turun dan masuk kedalam stadion usai tim kesayangannya kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. SURYA/PURWANTO

TRIBUNKALTARA.COM - Indonesia bia bebas dari sanksi FIFA atas penggunaan gas air mata yang disebut memicu banyak korban jiwa di Stadion Kanjuruhan.

Pernyataan tersebut disampaikan Security Officer di Asian Football Confederation atau AFC Nugroho Setiawan.

Menurut Nugroho Setiawan, aturan tentang FIFA Stadium Safety and Security bisa saja menggunakan pendekatan yang berbeda-beda termasuk di Stadion Kanjuruhan.

Dengan begitu, FIFA tidak akan serta-merta langsung memberikan sanksi ke Indonesia terkait penggunaan gas air mata dalam cara mengendalikan massa di Stadion Kanjuruhan melalui cara pandang tersebut.

Setiap anggota FIFA memiliki pendekatan kultur yang berbeda termasuk dalam pengendalian massa.

Baca juga: Respons Thomas Doll, Persib vs Persija Ditunda Gegara Insiden di Kanjuruhan Usai Arema vs Persebaya

Lebih lanjut dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Nugroho Setiawan menilai bahwa penggunaan gas air mata oleh aparat disebabkan karena adanya perbedaan persepsi antara PSSI dan aparat.

"Kita tidak bisa langsung menyalahkan aparatnya karena peraturan FIFA ini kan dibuat senetral mungkin, segenerik mungkin untuk mengakomodasi seluruh kepentingan anggota asosiasi," ujar Nugroho Setiawan dikutip SuperBall dari ABC News.com.

"Ada 200 lebih sekarang anggotanya, setiap negara pasti berbeda pendekatannya."

"Nah, kita bicara kewenangan public authority, dalam hal ini kepolisian, yang punya landasan hukum sendiri."

"Sementara FIFA juga punya batasan. Ini harus dikomunikasikan. Mungkin komunikasi ini, kesamaan persepsi yang saya sampaikan tadi belum tercapai dengan baik."

Baca juga: Sebab BRI Liga 1 Ditunda Selama Dua Pekan, Penjelasan Bos PT LIB Usai Insiden Maut di Kanjuruhan

Menurut pria yang memiliki lisensi FIFA tersebut, saat ini yang paling penting adalah mencari solusi atas Tragedi Kanjuruhan.

Agar ke depan tidak terjadi masalah serupa, maka Nugroho menyarankan pada semua pihak untuk duduk bersama.

Para stakeholder sepak bola Indonesia harus duduk bersama, kemudian menyamakan persepsi.

"Stakeholder pengamanan yang utama dalam hal ini kan Kepolisian negara, kemudian ada kepentingan dari industri sepak bola. Ini harus disamakan dulu."

Halaman
1234