Berita Tana Tidung Terkini

24 Cabor di KTT Ikuti Porprov Kaltara, Pemkab Gelontorkan Rp 1 Miliar untuk Penuhi Kebutuhan Atlet

Penulis: Risnawati
Editor: M Purnomo Susanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Harian KONI Tana Tidung, Abdul Hafid Padu sebut, Pemkab Tana Tidung anggarkan Rp 1 miliar untuk 24 Cabor yang mengikuti Porprov Kaltara.

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Sebanyak 24 cabang olahraga atau Cabor dari Tana Tidung yang akan mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara atau Porprov Kaltara.

Untuk memenuhi kebutuhan para atlet Tana Tidung selama Porprov Kaltara, pemerintah Kabupaten Tana Tidung telah menggelontorkan anggaran Rp 1 miliar.

Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI, Abdul Hafid Padu pun mengapresiasi pemerintah Tana Tidung yang telah memberi perhatian besar pada atlet Tana Tidung.

"Kami dari KONI sangat berterima kasih dengan perhatian dari pemerintah, untuk memberikan anggaran yang cukup besar ini," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (5/12/2022).

Baca juga: Tahun 2022 Jumlah ODHA di KTT Naik, Dinkes Tana Tidung Temukan 18 Kasus, 3 Orang Meninggal Dunia

Dia mengatakan, anggaran ini merupakan tanggung jawab besar bagi KONI, agar digunakan sebaik mungkin oleh Cabor-cabor Tana Tidung.

"Dana ini sebenarnya memang dananya Cabor, dananya atlet. KONI hanya hanya perantara saja dari pemerintah untuk menyalurkan ke mereka," katanya.

Dia menyampaikan, nominal dana yang disalurkan KONI Tana Tidung akan berbeda setiap Cabornya.

Yang mana penyaluran dana ini, berdasarkan kebutuhan masing-masing Cabor.

"Iya, tergantung dari sifat kebutuhannya bukan karena sifat keinginannya ya. Jadi kita bagi porsinya itu sesuai kebutuhan, ada klasifikasinya," jelasnya.

Baca juga: Bupati KTT Ibrahim Ali Kecewa tak Semua Kades Hadiri Launching Aplikasi Siskeudes Berbasis Online

Adapun Cabor yang menerima dana terbesar adalah, panahan, pencak silat, basket, dan motocross.

Dia menyampaikan, beberapa Cabor yang mendapat dana besar ini adalah Cabor yang menggunakan atlet banyak.

"Kecuali motor ya, atletnya sedikit tetapi kebutuhannya besar. Karena memang alatnya kan mahal," pungkasnya

Penulis: Risna

Berita Terkini