Berita Malinau Terkini

Program Desa Sarjana Berlanjut Tahun Ini, 31 Desa Wajib Setor Absen Nama Calon Peserta

Penulis: Mohamad Supri
Editor: Junisah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi, Warga Malinau lulusan Politeknik Malinau saat prosesi Yudisium di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu.

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Program Desa Sarjana yang merupakan satu dari 5 program inovasi Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dilanjutkan tahun 2023.

Program Desa Sarjana salah satu wujud program inovasi tersebut adalah dengan memberikan kesempatan bagi warga Malinau mengenyam pendidikan tinggi yang biayanya ditanggung APBD Malinau.

Tahun 2023, satu dari 3 program inovasi bidang sumber daya manusia (SDM) tersebut akan kembali menjaring putra-putri terbaik di 109 desa.

Baca juga: Program Desa Sarjana 2022 di Malinau Diikuti 102 Peserta, Ada 14 Disiplin Ilmu yang Diprioritaskan

Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malinau (PMD Malinau) masih terdapat sekira 31 desa yang belum berpartisipasi selama 2 tahun realisasinya.

"Fokus kita di 2023 salah satunya program Desa Sarjana. Karena dari 109 desa ada 31 desa yang belum terdaftar mengikuti program desa sarjana," ujar Kepala Dinas PMD Malinau, Muhamad Fiteriady, Kamis (2/2/2023).

Desa-desa tersebut diminta untuk melampirkan nama-nama calon atau mahasiswa yang berpotensi mengikuti program.

Baca juga: Lulus Pendidikan Tinggi, Peserta Desa Sarjana Wajib Mengabdi, Bupati Malinau Wempi Beber Alasannya

Sesuai visi program tersebut, calon peserta diprioritaskan bagi calon lulusan yang kriteria dan disiplin ilmunya sesuai target dan potensi desa.

"Tahun 2023, kami mengingatkan, harus ada perwakilan dari masing-masing desa. Sesuai dengan kebutuhan desa," kata Muhamad Fiteriad.

Ilustrasi, Warga Malinau lulusan Politeknik Malinau saat prosesi Yudisium di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Untuk mencapai target 100 persen keikutsertaan desa, DPMD dibantu tenaga fasilitator desa atau Tenaga Fasilitator Program Pemerintah Daerah (TFP2D) Malinau.

Seluruh Fasilitator Desa yang jumlahnya saat ini sebanyak 113 orang akan memfasilitasi desa terutama bagi daerah yang belum terlibat selama dua tahun berjalannya progra. tersebut.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Berita Terkini