Sabtu, 11 April 2026

Berita Tana Tidung Terkini

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, Tapi Baik untuk Detoks hingga Kontrol Berat Badan

Tiap tahun umat muslim lakukan ibadah puasa. Menurut dr Budi Samroni ini sangat bagus, karena beri kesempatan orang tubuh istirahat.

Penulis: Rismayanti | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Rismayanti
MANFAAT PUASA BAGI KESEHATAN - dr Budi Samroni saat ditemui di kantor Dinkes, Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, gambar diambil Senin (23/2/2026). Ia jelaskan manfaat puasa untuk kesehatan. 

Ringkasan Berita:
  • Memberi jeda 12 jam agar ginjal, jantung, dan pencernaan bisa beristirahat serta membuang racun secara alami.
  • Membantu menghambat pertumbuhan sel-sel jahat (tidak normal) jika disertai pola hidup yang sehat.
  • Manfaat puasa hanya akan maksimal jika tidak "balas dendam" dengan makan berlebihan saat berbuka.

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Ibadah puasa kerap dimaknai sebatas menahan lapar dan haus, tak sedikit juga orang yang mengatakan ibadah puasa yang wajib dijalankan umat muslim setiap satu tahun sekali ini hanya membatasi seseorang untuk makan dan minum.

Padahal dari sisi kesehatan, puasa dinilai memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh apabila dijalankan dengan pola yang tepat.

Dengan pola makan yang terjaga dan tidak berlebihan, puasa tidak hanya menjadi ibadah spiritual, tetapi juga momentum memperbaiki kualitas kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Bahkan salah satu metode diet yang sering dilakukan dan diakui memberikan efek maksimal adalah intermittent fasting atau mengatur waktu puasa dan makan.

Baca juga: Kisah Kapten Hilman, Jalani Puasa Ramadan Sambil Jaga Perbatasan RI-Malaysia di Sebatik Nunukan

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung, dr Budi Samroni, menjelaskan bahwa puasa memberi kesempatan bagi organ tubuh untuk beristirahat sekaligus melakukan proses pembersihan alami.

“Jadi sebenarnya puasa ini sangat baik untuk kesehatan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Menurut dr Budi Samroni, selama 11 bulan tubuh cenderung menerima berbagai jenis makanan tanpa jeda yang cukup. 

Saat Ramadan, tubuh diberi waktu sekitar 12 jam tanpa asupan makanan sehingga organ-organ vital dapat bekerja lebih optimal.

“Selama kita tidak makan kurang lebih 12 jam, tubuh itu bisa bekerja dengan leluasa. Ginjal membersihkan racun dalam tubuh, jantung, hati, lambung, semuanya bekerja dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, jeda tersebut membuat tubuh tidak terus-menerus menerima makanan berlemak, pedas, asam maupun dingin yang berpotensi memberi beban tambahan bagi sistem pencernaan.

Baca juga: Selama Ramadan, Masjid Agung Al Mujahidin Nunukan Gelar Buka Puasa hingga Malam Nuzulul Quran

Selain proses detoksifikasi alami, dr Budi Samroni juga menyebut puasa berpotensi membantu menghambat pertumbuhan sel-sel jahat dalam tubuh apabila disertai pola hidup sehat.

“Dengan pola yang baik, puasa bisa membantu memperlambat pertumbuhan sel-sel yang tidak normal,” terangnya.

Tak hanya itu, puasa juga dapat membantu menurunkan berat badan. Namun, hal tersebut sangat bergantung pada pola makan saat sahur dan berbuka.

“Yang salah itu bukan puasanya, tapi cara kita yang tidak bisa mengontrol makanan. Seharian kita puasa, tapi saat berbuka yang dihantam semua makanan berlemak dan tidak sehat, ya sama saja tidak ada dampaknya,” tegasnya.

Ia menilai keseimbangan menjadi kunci utama agar manfaat kesehatan dari puasa dapat dirasakan secara maksimal.

“Mengontrol makanan itu penting supaya semuanya seimbang, tidak ada yang kurang dan tidak berlebihan. Makanya kan kurang tidak baik, lebih juga tidak bagus,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved