Senin, 13 April 2026

Berita Bulungan Terkini

Proyeksi APBD Bulungan 2027 Capai Rp2,3 Triliun, Sekda Ingatkan Efisiensi Belanja

Pemkab Bulungan menargetkan APBD 2027 tetap sehat di tengah defisit APBN, Sekda Bulungan menekankan pentingnya efisiensi belanja operasional.

TribunKaltara.com/Desi Kartika Ayu
PROYEKSI APBD BULUNGAN : Tugu Lemlai Suri sebagai landmark Kabupaten Bulungan. Pemkab Bulungan memproyeksikan APBD 2027 capai Rp2,3 Triliun, Minggu (29/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Bulungan memperkirakan APBD tahun 2027 berada di kisaran Rp2,1–Rp2,3 triliun.
  • Sekda Bulungan meminta perangkat daerah melakukan efisiensi belanja operasional, seperti perjalanan dinas, listrik, air, BBM, ATK, dan kegiatan seremonial, sebagai antisipasi dampak defisit APBN Rp135 triliun

 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memproyeksikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027 berada di kisaran Rp2,1 triliun hingga Rp2,3 triliun.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, Risdianto, menjelaskan bahwa proyeksi keuangan daerah turut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi nasional maupun global.

Ia menyebutkan, hingga Februari, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sekitar Rp135 triliun.

Situasi tersebut dinilai bisa berdampak pada kebijakan efisiensi anggaran di tingkat daerah.

"Perlu dicermati kondisi nasional. Defisit APBN bisa berimbas pada kebijakan efisiensi di daerah," ujar Sekda Bulungan, Minggu (29/3/2026).

Seiring hal itu, seluruh perangkat daerah diminta melakukan pengendalian dan efisiensi belanja, khususnya pada pos operasional seperti perjalanan dinas, penggunaan listrik, air, bahan bakar minyak (BBM), alat tulis kantor (ATK), hingga kegiatan seremonial.

Sekda menegaskan, anggaran daerah harus difokuskan pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di antaranya pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan dasar, serta program strategis lainnya.

"Fokuskan pada hal-hal prioritas dan jaga keseimbangan APBD agar tetap sehat dan berkelanjutan," tegas Risdianto.

Dalam penyusunan rencana kerja (Renja) 2027, tercatat sebanyak 2.555 usulan masyarakat telah diinput dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Selain itu, terdapat 1.001 usulan pokok pikiran DPRD dan 41 usulan dari kelompok rentan.

EFISIENSI BELANJA - Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan, Risdianto saat menghadiri Delakrasi Komitmen Pembangunan Rendah Karbon di Kaltara, Selasa (11/6/2025). Sekda Bulungan meminta perangkat daerah melakukan efisiensi belanja operasional di tengah defisit APBN Rp135 triliun, Minggu (29/3/2026).
EFISIENSI BELANJA - Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan, Risdianto saat menghadiri Delakrasi Komitmen Pembangunan Rendah Karbon di Kaltara, Selasa (11/6/2025). Sekda Bulungan meminta perangkat daerah melakukan efisiensi belanja operasional di tengah defisit APBN Rp135 triliun, Minggu (29/3/2026). (ARSIP - TribunKaltara.com / Desi Kartika Ayu Nuryana)

Baca juga: Usai Sidak, Bupati Bulungan Pastikan Harga hingga Stok Sembako di Pasar Induk Tanjung Selor Stabil

Meski demikian, tidak seluruh usulan dapat diakomodasi karena harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Dorong Inovasi

Sekda juga menekankan pentingnya inovasi di setiap perangkat daerah.

Risdianto mendorong agar masing-masing instansi menghadirkan minimal satu inovasi unggulan yang memiliki dampak signifikan terhadap pembangunan.

Selain mengandalkan APBD, perangkat daerah juga diminta aktif menjalin komunikasi dan jejaring guna membuka peluang pendanaan dari luar, baik melalui APBN, pemerintah provinsi, maupun sumber lainnya.

Di sisi lain, Pemkab Bulungan tetap memperhatikan pemerataan pembangunan, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman.

"Pembangunan harus merata dan berkeadilan, termasuk bagi masyarakat di wilayah pesisir dan pedalaman," tandasnya.

(*)

Penulis : Desi Kartika Ayu

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved