Berita Nunukan Terkini
Usai Konsumsi Makanan Tinggi Lemak, Gula hingga Garam Saat Lebaran, Disarankan Cek Kesehatan
Cek kesehatan sangat penting, usai mengkonsumsi makanan tinggi lemak, garam dan manis saat lebaran Idul Fitri 1447 Hijirah.
Penulis: Fatimah Majid | Editor: Junisah
Ringkasan Berita:
- Masyarakat diminta segera memeriksakan kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah untuk mendeteksi dampak konsumsi makanan tinggi lemak selama Lebaran.
- Disarankan menerapkan konsep "Isi Piringku" (50 persen sayur/buah), memperbanyak air putih, serta mengurangi santan, gorengan, dan minuman manis secara bertahap.
- Pemulihan tubuh didorong melalui olahraga ringan 30 menit sehari, tidur cukup (7–9 jam), serta menjalankan puasa sunnah Syawal untuk mengontrol metabolisme.
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN- Hari Raya Idul Fitri identik dengan hidangan lezat seperti opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering manis. Namun di balik itu, ada risiko kesehatan yang kerap diabaikan.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Nunukan, Miskia, mengungkapkan, pasca lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, kondisi tubuh masyarakat perlu segera dicek.
“Setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam, penting untuk evaluasi kesehatan tubuh,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (30/3/2026).
Miskia menyebutkan, langkah awal yang wajib dilakukan adalah memeriksa kadar kolesterol, gula darah, tekanan darah, hingga berat badan.
Baca juga: Tren Hampers di Tana Tidung Tiap Tahun Berubah, Mulai Makanan Ringan hingga Perabotan Rumah Tangga
Tak hanya itu, Miskia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala ringan yang muncul.
“Kalau mulai terasa pusing, pegal di tengkuk, atau gangguan pencernaan, itu tanda tubuh perlu perhatian,” katanya.
Lalu bagaimana cara cepat kembali sehat setelah ‘kalap’ makan saat lebaran?
Miskia membagikan beberapa tips sederhana yang bisa langsung diterapkan.
Pertama, atur kembali pola makan dengan konsep “Isi Piringku”, yakni 50 persen sayur dan buah, serta masing-masing 25 persen karbohidrat dan protein.
Baca juga: Rutan Polresta Bulungan Buka Jam Besuk Tahanan saat Lebaran, Keluarga Diperbolehkan Bawa Opor Ayam
Ia juga menekankan pentingnya mengurangi makanan bersantan, gorengan, dan minuman manis secara bertahap.
“Perbanyak minum air putih, minimal 8 gelas sehari agar tubuh kembali seimbang,” jelasnya.
Selain pola makan, aktivitas fisik juga jadi kunci. Masyarakat disarankan mulai rutin berolahraga ringan seperti jalan santai selama 30 menit setiap hari.
Tak kalah penting, kualitas tidur juga harus dijaga.
“Istirahat 7 sampai 9 jam sangat penting untuk mengembalikan metabolisme tubuh,” tambahnya.
Menariknya, Miskia juga menyarankan masyarakat untuk menjalankan puasa sunnah Syawal.
“Selain ibadah, puasa ini efektif membantu mengontrol pola makan setelah lebaran,” tutupnya.
Jadi, masih mau abaikan kesehatan setelah Lebaran? Saatnya mulai hidup sehat dari sekarang.
(*)
Penulis: Fatimah Majid
Hari Raya Idul Fitri
opor ayam
rendang
aneka kue kering
risiko
kesehatan
Miskia
lebaran
Idul Fitri 1447 Hijriah
makanan tinggi lemak
TribunKaltara.com
| Berikut Sosok Baru di Polres Nunukan, Wakapolres hingga Kasat Lantas Berganti, Ini Daftar Lengkapnya |
|
|---|
| Hujan Ekstrem, Jalan di Krayan Selatan Jadi Kubangan Lumpur, 90 Persen Barang dari Malaysia Terhenti |
|
|---|
| Tiga Desa di Sembakung Nunukan Masih Dikepung Banjir, Beraktivitas Warga Gunakan Perahu |
|
|---|
| Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan Resmi Terapkan QRIS, Warga Sambut Baik tak Perlu Bawa Uang Banyak |
|
|---|
| Gerakan Migran Aman di Nunukan, BP3MI Kaltara Beber Ancaman Besar PMI Ilegal ke Malaysia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Miskia-Kepala-Dinkes-Nunukan-30032026jpg.jpg)