Rabu, 22 April 2026

DPRD Tarakan Panggil Dinkes dan BPJS

DPRD Tarakan Usulkan Poli Buka Layanan 24 Jam dan Bangun Puskesmas Baru, Dinkes Sebut Terkendala SDM

Dinkes Tarakan sebut jika semua poli di Puskesmas buka layan 24 jam, masih harus dipertimbangkan, karena terrkendala tenaga kesehatan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TribunKaltara.com/Andi Pausiah
IRWAN YUWANDA-Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Tarakan, Irwan Yuwanda 

Ringkasan Berita:
  • Dinkes Tarakan menjelaskan bahwa saat ini hanya Puskesmas Juata dan Karang Rejo yang buka 24 jam karena keterbatasan tenaga medis untuk sistem sif.
  • Puskesmas Karang Rejo kini melayani 70.000 jiwa, jauh di atas standar ideal 1 banding 30.000, sehingga pembangunan puskesmas baru dinilai sangat mendesak.
  • Rencana pembangunan puskesmas baru di samping SMAN 5 Tarakan melalui APBN 2026 masih terkendala kondisi lahan rawa yang belum siap bangun (land clearing).

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Saat melakukan pertemuan dengan Dinkes Tarakan dan BPJS Kesehatan, Komisi II DPRD Tarakan menyinggung soal harapan warga agar layanan poli di Puskesmas Tarakan buka 24 jam. Pasalnya poli yang buka 24 jam hanya dilakukan di Rumah Sakit Carsa.

Ketua Komisi II DPRD Tarakan Simon Patino mengungkapkan,  pembukaan layanan poli 24 jam dinilai urgen. Dikarenakan hingga saat ini layanan poli di Puskesmas Tarakan hanya sampai pukul 13.00 WITA.

Tak hanya itu, Simon Patino menyampaikan terkait kebutuhan pembangunan Puskesmas baru apakah masih diperlukan melayani masyarakat dengan catatan harus buka layanan poli 24 jam.

Mengenai layanan poli selama 24 jam, Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Tarakan, Irwan Yuwanda menjelaskan sejauh ini sudah ada dua puskesmas di Tarakan yang menyiapkam layanan 24 jam yakni, Puskesmas  Juata dan Puskesmas Karang Rejo. Untuk Sebengkok dan Gunung Lingkas 24 jam hanya dibuka untuk layanan persalinan.

Baca juga: Breaking News Tindaklanjuti Laporan Warga, Komisi II DPRD Tarakan Panggil Dinkes dan BPJS Kesehatan

Dikatakan Irwan Yuwanda,  untuk semua Puskesmas buka 24 jam, pihaknya masih mempertimbangan, karena terbatasanya Sumber Daya Manusia (SDM). 

"Ketika membuat Puskesmas 24 jam kita harus perhitungan jumlah nakes jaga dan perhatikan shift mereka ada tiga kali dan waktu libur.  Jadi kebijakan Pemkot Tarakan, saat ini yang buka 24 jam hanya dua Puskesmas," beber Irwan Yuwanda.

Menjawab persoalan layanan poli 24 jam bisa dibuka dan urgensi pembangunan puskesmas baru, ia menjelaskan dari sisi beban Puskesmas standarnya melayani 1 banding 30.000 penduduk. Namun ia menjelaskan di Puskesmas Karang Rejo kini melayani penduduk sampai 70.000 jiwa.
 
"Sesuai standarnya satu banding 30.000 penduduk. Idealnya ya tambah satu unit lagi Puskesmas baru. Kami sudah  ajukan satu unit lewat APBN 2026 tapi belum ada repsons," ujarnya.

Lahan saat ini sudah disiapkan namun oleh pusat menginginkan lahan siap bangun bukan lahan yang belum siap bangun.

PERTEMUAN - Menindaklanjuti laporan konstituen DPRD Tarakan menggelar pertemuan bersama BPJS Kesehatan Kota Tarakan dan Dinkes Kota Tarakan melalui Komisi II, Senin (19/4/2026).
PERTEMUAN - Menindaklanjuti laporan konstituen DPRD Tarakan menggelar pertemuan bersama BPJS Kesehatan Kota Tarakan dan Dinkes Kota Tarakan melalui Komisi II, Senin (19/4/2026). (TribunKaltara.com/Andi Pausiah)

"Kami lakukan pengajuan dua kali, mungkin belum ada informasi karena soal lahan tadi," bebernya. Lokasi laha untuk pembangunan Puskesmas baru ada di samping SMA Negeri 5 Tarakan. Tapi hingga saat ini lahannya belum land clearing.

"Bukan bermasalah. Kan kalau kementerian kesehatan itu maunya lahannya itu siap bangun. Lahan yang ada sekarang nelum siap bangun, belum ditimbun. Masih rawa," bebernya.

Berbicara soal poli buka layanan 24 jam, tentunya untuk kebutuhan SDM harus dihitung lagi Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK)

"Kebutuhan SDM kami harus melihat kembali. Kemudian yang kedua, kalau penambahan jam pelayanan, ya seperti tadi, SDM-nya seberapa sih yang harus dibutuhkan ketika misalnya membuka poli," ujarnya.
Namun semua masukan dalam pertemuan ditampung pihaknya dan akan dilaporkan ke pimpinan.

"Kami pasti akan memperhitungkan kembali jumlah SDM yang dibutuhkan," pungkasnya.

 (*)

Penulis: Andi Pausiah

 

Sumber: Tribun Kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved