Kumpulan Pantun
37 Pantun Tema Janji, Sindiran Halus tapi Mengena, Pengingat biar tak Ingkar
Simak kumpulan pantun tema janji berikut ini, berisi nasihat dan sindiran halus yang mengena, pengingat agar tak mudah ingkar pada komitmen.
Penulis: Maharani Devitasari | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM - Berjanji bukan sekadar mengucap kata, melainkan tentang kesungguhan hati untuk menepati.
Janji sendiri memiliki peran besar dalam membangun kepercayaan kepada orang lain dan mempertahankan hubungan baik dengan semua orang.
Ketika seseorang telah berjanji, maka mengingkarinya akan merugikan dirinya sendiri.
Hal ini lantaran kepercayaan yang sebelumnya sudah didapat, luntur seketika.
Baca juga: 35 Pantun Reuni, Meriahkan Momen Kumpul Bareng Teman Lama, Bikin Nostalgia
Bertemu dengan orang yang sering ingkar janji memang menyebalkan, oleh karena itu memberi pantun tentang janji bisa jadi cara yang patut dicoba.
Pantun berikut berguna untuk mengingatkan seseorang agar tak lupa dengan komitmen yang sudah dibuat.
Jika kamu ingin memberikan sindiran halus hingga pedas buat orang yang suka tebar janji, kumpulan pantun di bawah ini bisa jadi solusi.
Lihat pantun berkut selengkapnya, dihimpun oleh TribunKaltara.com dari berbagai sumber.
1. Ke tepi sungai mencari ikan
Air tenang mengalir perlahan
Janji bukan sekadar ucapan
Namun bukti dari sebuah ketulusan.
2. Pergi ke ladang memetik padi
Disimpan di lemari kayu jati
Janji diucap jangan main-main lagi
Sekali diingkari, hilanglah arti.
3. Hujan turun membasahi jalan
Payung bocor karena usia
Jika janji terus jadi alasan
Jangan heran bila hati kecewa.
4. Buku biru milik Panji
Jadi kotor kena gulali
Lebih baik usah berjanji
Daripada ingkar berkali-kali.
5. Bangun pagi mencari sarapan
Dikedai mamak memesan capati
Jangan memberi sebarang harapan
Jika janji tidak ditepati.
6. Bukan mudah berladang padi
Ladang padi wajib dibakar
Bukan mudah berhutang janji
Hutang janji wajib dibayar.
7. Yang lemang dibakar
Yang ubi diparut
Yang hutang dibayar
Yang janji diturut.
8. Baik-baik memasang taji
Salah ikat tak kena lawan
Baik-baik abang berjanji
Bila khianat merusak badan.
Baca juga: 36 Pantun Penutup Presentasi, Akhiri Materi dengan Guyonan
9. Ke pasar Sarinah jualan kanji
Tangkap pencuri dalam jeruji
Orang amanah tak ingkar janji
Selalu memberi sifat terpuji.
10. Tepung putih bernama kanji
Dibuat kue berbahan padi
Patah hati termakan janji
Rasa sedih makin menjadi.
11. Nona Marisa dari Surabaya
Bawa mengkudu dan buah kelapa
Bagaimana bisa kita percaya
Jika janjimu selalu kau lupa.
12. Adik Sinta menutup peti
Bapak petani membawa roti
Janji cinta sehidup semati
Tapi kini tiada berarti.
13. Bang Anji membawa sangkar
Lalu terbang ke atas layar
Tepati janji, tak boleh ingkar
Janji hutang harus dibayar.
14. Minum jamu ditambah susu
Lalu tumpah terkena tisu
Semua janjimu ternyata palsu
Membuat gairah menjadi lesu.
15. Jangan pernah main di selokan
Bajunya kotor ditertawakan
Jangan pernah engkau ragukan
Janji setia yang aku ikrarkan.
16. Kue dibuat bahannya kanji
Diaduk rata menjadi roti
Muak dengan seribu janji
Tak satu pun yang ditepati.
17. Tiang panji sudah dibakar
Dibakar api menjelang petang
Penuhi janji, janganlah ingkar
Karena janji adalah hutang.
18. Kelapa muda dibawa Enji
Setelah dibuka, harus ditutupi
Jangan mudah mengobral janji
Kalau sulit untuk disanggupi.
19. Dari semarang hendak ke Tuban
Singgah di Rembang membeli keris
Sungguh janji adalah kewajiban
Bukan rangkaian kata-kata manis.
20. Hijau rupanya daun bidara
Tumbuh di samping pohon jati
Dengarlah nasihat wahai saudara
Berhati-hatilah dengan sebuah janji.
21. Tanam ubi tanam kentang
Mari ditanam di pagi hari
Janji itu laksana utang
Harus dibayar tak boleh dihindari.
22. Anak orang dari Semarang
Pergi berlayar ke Indragiri
Ingatlah janji tak asal dikarang
Berani berjanji berani menepati.
Baca juga: 37 Pantun Hari Antikorupsi Sedunia 2025, Sindiran Halus untuk Pejabat Nakal
23. Cari gergaji enggak ketemu
Ketemunya di dekat lemari
Bibir berjanji bersumpah semu
Namun semua engkau ingkari.
24. Kuda berlari namanya Kinanti
Hewan tersayang punya bupati
Berhari-hari aku menanti
Namun janjimu tak ditepati.
25. Ke Bengkulu membeli roti
Perut kenyang berseri-seri
Janjinya dulu sehidup semati
Ketemu yang lain jadi lupa diri.
26. Buah markisa, buah pepaya
Dibuat jamu kirim ke kota
Bagaimana bisa aku percaya
Jika janjimu tak pernah nyata.
27. Malam-malam belajar ngaji
Ibu gembira terima gaji
Tali pernikahan terikat janji
Harus dijaga sepenuh hati.
28. Beli kecap rasa stroberi
Lalu ditutup di dalam peti
Janji diucap, janji diberi
Semua itu harus ditepati.
29. Dari Ciamis ke kota Cilacap
Makan betutu, dan ketupat
Janji manis sudah terucap
Namun satu pun tak kudapat.
30. Tanda tangan namanya paraf
Tanda kali disebut silang
Hari ini ku minta maaf
Sudah janji takkan terulang.
31. Nasib apes namanya sialan
Mari atasi dengan pelan-pelan
Janjinya ngajak jalan-jalan
Tapi semua hanya bualan.
32. Burung perkutut dalam sangkar
Diberi minum di hari petang
Penuhi janji jangan ingkar
Karena janji adalah hutang.
33. Adonan kue dengan tepung kanji
Ditambah dengan santan pati
Jangan mudah engkau berjanji
Jika tidak engkau tepati.
34. Jalan-jalan membeli pepaya
Pulangnya pergi mengaji
Kalau kamu mau dipercaya
Janganlah ingkari janji.
35. Apa guna melompat pagar
Bila kaki awak tersangkut
Apa guna bercakap besar
Bila janji tidak ikut.
36. Pokok ciku pokok meranti
Dititi oleh anak undan
Setiap waktu duduk menanti
Menanti tiba janjinya tuan.
37. Apabila padi tidak ditampi
Makan tahu bernas dan hampa
Apabila janji tidak ditepati
Banyaklah seteru nahas pun tiba.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Pantun-janji-2.jpg)