Liga Italia
Momen Marcus Thuram Bungkam Thierry Henry dan Mirwan Suwarso saat Inter Milan Permalukan Como
Momen menarik tersaji saat Inter Milan mempermalukan Como 1907 di Liga Italia Serie A, Marcus Thuram sukses bungkam Thierry Henry dan Mirwan Suwarso.
TRIBUNKALTARA.COM - Momen menarik tersaji saat Inter Milan mempermalukan Como 1907 di Liga Italia Serie A, Marcus Thuram sukses bungkam Thierry Henry dan Mirwan Suwarso.
Kemenangan comeback Inter Milan atas Como 1907, menyisakan sejumlah momen menarik yang sempat tertangkap kamera.
Pada laga yang digelar di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como dibuat tak berdaya dengan kekalahan 3-4, meski sempat unggul dua gol lebih dulu, Senin (13/4/2026).
Baca juga: 4 Fakta Kemenangan Inter Milan Atas Como, Pelajaran Berharga Chivu untuk Cesc Fabregas
Sosok yang mencuri perhatian dalam kemenangan comeback Inter Milan adalah Marcus Thuram.
Penyerang asal Prancis itu sukses membuat Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso dan legenda Thierry Henry yang duduk di bangku VIP stadion, tersenyum kecut.
Bomber andalan Inter Milan ini unjuk kebolehan dengan mengemas 2 gol untuk memangkas ketertinggalan.
Selanjutnya, brace Denzel Dumfries semakin melengkapi derita Como yang gagal melanjutkan tren positif di Liga Italia Serie A.
Tetapi Marcus Thuram pembeda di laga ini. Sebelum dua golnya bersarang ke gawang Como 1907, Mirwan Suwarso dan Thierry Henry lebih dulu tersenyum lebar.
Gol Alex Valle menit 36 dan Nico Paz menit 45, membuat Mirwan Suwarso bertepuk tangan girang.
Lalu Thierry Henry yang duduk di sebelah eks pemain Real Madrid, Raphael Varane, juga tak kuasa menahan takjub dengan permainan Como.
Tetapi ekspresi kegembiraan itu tak bertahan lama, lantaran Marcus Thuram menunjukkan kualitasnya di laga ini.
Thuram mampu mengemban tugas dengan sangat baik sebagai pemimpin di lini depan Nerazzurri pascacedera yang menimpa Lautaro Martinez.
Golnya ke gawang Como 1907 merupakan gol beruntun kedua musim ini yang dicetak Marcus Thuram di Liga Italia.
Bahkan Marcus Thuram merayakan gol dengan selebrasi ikonik milik Thiery Henry saat masih aktif bermain.
Marcus Thuram berlari ke pojok dekat tiang bendera tendangan sudut, satu tangannya memegang pinggang.
Selebrasi tersebut mirip seperti yang dilakukan Thierry Henry yang berusia 20 tahun saat mencetak gol di Piala Dunia 1998 bersama Timnas Prancis.
Thuram mendedikasikan gol tersebut untuk 'sang paman' Thierry Henry yang juga pemegang saham minoritas Como 1907.
"Ada seseorang yang sangat penting buat saya di tribun; dia dulu sering merayakan seperti itu, dan saya ingin dedikasikan ini untuk dia," ungkap Marcus Thuram merujuk sosok Thierry Henry.
Sindiran untuk Henry?
Penyerang berusia 28 tahun tahun ini memang memiliki hubungan yang cukup dekat dengan legenda Arsenal tersebut.
Tetapi tak sedikit Tifosi Nerazzurri yang beranggapan selebrasi Marcus Thuram adalah lelucon untuk menyindir Thierry Henry.
Pasalnya, saat Inter tersingkir di Liga Champions pada Februari lalu, Henry mengkritik Nerazzurri.
Baca juga: Rating Pemain Como vs Inter Milan, Derita Nico Paz Panggung Dicuri Thuram dan Dumfries
Bahkan Henry mengatakan Como adalah tim terbaik di Liga Italia Serie A, adapaun Inter Milan hanya kebetulan berada di puncak klasemen.
Komentar tersebut diucapkan Thierry Henry terang-terangan dalam tayanagan di CBS Sports.
"Inter berada di posisi pertama di Italia hampir secara otomatis. Mereka bukan tim yang bermain paling bagus.
Como yang sedang memainkan sepak bola terbaik di Italia," ujar Henry kala itu.
Tetapi pertemuan di lapangan yang membuktikan, bahwa Como belum mampu berbuat banyak ketika menghadapi Inter Milan.
Dalam dua pertemuan di Serie A musim ini, Como selalu menderita kekalahan dengan 4 gol bersarang.
Bahkan Marcus Thuram selalu mencetak gol ke gawang tim besutan Cesc Fabregas itu.
Selebrasi Thuram seolah menjadi sindiran halus agar Thierry Henry meralat ucapannya.
Reaksi Mirwan Suwarso
Beberapa jam setelah kekalahan Como, barulah Mirwan Suwarso bereaksi.
Meskipun kalah, pengusaha asal Indonesia itu tetap memuji perjuangan Como melawan tim sebesar Inter Milan.
"Meskipun hasil akhirnya, saya sangat bangga sekali dengan tim kami. Mereka sudah memberikan segalanya di lapangan dan bertarung dengan kehormatan sejati. Inilah semangat yang mendefinisikan kami," ungkap Mirwan mengutip Instagram pribadinya @msuwarso.
Ia tak banyak mengomentari hasil pertandingan, justru menekankan soal sorakan dan ejekan para suporter Como untuk tim tamu.
Sepanjang pertandingan, pendukung tuan rumah tak henti menyoraki bek Inter Milan, Alessandro Bastoni.
Sesekali tifosi juga mengejek Nicolo Barella yang sebenarnya pernah memperkuat Como di masa lalu.
"Klub kami adalah klub dengan nilai-nilai yang kokoh dan martabat adalah salah satu yang paling penting. Martabat ini harus meluas di luar lapangan, terhadap lawan kami, para pendukung mereka, dan terutama para pemimpin serta perwakilan mereka. Mereka adalah tamu kami dan pantas mendapatkan rasa hormat," ungkap Mirwan.
Ia menegaskan sikap tak menghormati lawan sangat bertentangan dengan nilai yang sedang dibangun Como 1907.
"Ejekan dan hinaan di tribun kehormatan tidak mewakili klub yang sedang kita bangun. Hal itu merusak nilai-nilai yang sama yang kita pertahankan. Siapa pun yang tidak mampu menghormatinya tidak akan diterima. Mari kita berkembang bersama, dengan martabat dan integritas, di dalam maupun di luar lapangan," jelasnya.
(*)
(TribunKaltara.com / Cornel Dimas Satrio K)
| 4 Fakta Kemenangan Inter Milan Atas Como, Pelajaran Berharga Chivu untuk Cesc Fabregas |
|
|---|
| Rating Pemain Como vs Inter Milan, Derita Nico Paz Panggung Dicuri Thuram dan Dumfries |
|
|---|
| Komentar Terbaru Chivu Inter Milan Permalukan Como, Armada Cesc Fabregas Bikin Repot |
|
|---|
| 4 Faktor Cesc Fabregas Bisa Jegal Nerazzurri saat Duel Como vs Inter Milan di Liga Italia |
|
|---|
| 4 Fakta Kekalahan Memalukan AC Milan dari Udinese, Leao Dituding Biang Kerok |
|
|---|
