Dulu Lontang-lantung, Dibantu Dahlan Iskan, Kini Anggota DPRD Pekalongan Bagi-bagi Uang ke Pendemo
Dulu lontang-lantung di Jakarta jual ginjal, dibantu Dahlan Iskan, anggota DPRD Pekalongan Candra Saputra dan istri Shinanta Previta, bagi-bagi uang
TRIBUNKALTARA.COM - Dulu lontang-lantung di Jakarta nyaris jual ginjal, dibantu Dahlan Iskan, kini anggota DPRD Pekalongan Candra Saputra dan istri Shinanta Previta, bagi-bagi uang ke para demonstran.
Aksi demonstrasi korban PHK PT Pajitex di Pekalongan mendapat sorotan lantaran pasangan suami istri tampak membagikan uang ke para demonstran.
Viral pasangan suami istri anggota DPRD Pekalongan bagi-bagi uang kepada pendemo rupanya dilakukan Candra Saputra dan Shinanta Previta.
Aksi demo ratusan karyawan tersebut berhasil menyentuh hati anggota DPRD yang merupakan pasangan suami istri Candra Saputra dan Shinanta Previta.
Tak membiarkan para pendemo pulang dengan tangan hampa, Candra Saputra dan Shinanta Previta membagikan uang kepada ratusan buruh tersebut.
Sontak aksi keduanya membuat para pendemo terharu dan berterima kasih.
• Aliansi Pemuda Malinau Kawal Penyampaian Tuntutan Tolak UU Cipta Kerja ke DPRD Provinsi Kaltara
• Tak Kurang 1 Jam, Polisi Ciduk Dua Warga di Tempat Berbeda, Simpan Sabu di Kamar
• Tolak Perusak Lingkungan, Mapala Se-Kaltim Kemping di Seberang Jalan Depan Gedung Gubernur Kaltim
Namun siapa sangka, sosok Candra Saputra yang kini telah menjabat sebagai anggota DPRD ini bukan orang biasa.
Suami Shinanta Previta ini rupanya pernah viral lantaran nekat menjual ginjalnya seharga Rp 400 juta.
Kala itu Candra Saputra nekat menjual ginjalnya seharga Rp 400 juta untuk melunasi semua hutangnya.
Kini melihat nasib para buruh korban PHK berdemo di depan kantor DPRD Pekalongan, hati Candra Saputra dan istri pun ikut pilu.
Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra mengatakan, tujuan membagikan uang bukan untuk pamer, namun sebagai wakil rakyat merasa tersentuh dengan nasib para buruh PT Pajitex yang sudah tidak bekerja.
"Saya membagikan amplop berisi uang kepada para buruh ini sebagai bentuk keprihatinan, karena nasib buruh yang kini harus menganggur karena di PHK perusahaannya."
"Padahal saat ini, masih ada pandemi Covid-19 dan untuk mencari kembali pekerjaan sangat sulit," kata Candra kepada Tribunjateng.com.
Selain itu juga, pihaknya merasa tergugah lantaran mayoritas yang di PHK adalah ibu-ibu tulang punggung keluarga.
"Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar meski sejumlah karyawan yang mayoritas adalah ibu-ibu harus kepanasan ditengah terik matahari," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/anggota-dprd-pekalongan-10102020.jpg)