Breaking News:

Tak Pakai Masker, 17 Warga Diminta Punguti Sampah di Jalan

Tak pakai masker dan tak patuhi protokol kesehatan Covid-19, 17 warga diminta punguti sampah di jalan.

TRIBUNKALTARA.COM/SARITA
Belasan warga kedapatan tak menggunakan masker saat berada di luar rumah. Mereka pun terkena hukuman membersihkan jalanan. TRIBUNKALTARA.COM/SARITA 

TRIBUNKALTARA.COM, SANGATTA - Operasi yustisi sebagai langkah pemberlakuan Perbup Kutai Timur nomor 32 tahun 2020 tentang protokol kesehatan, terutama kewajiban menggunakan masker saat berada di luar rumah, terus dilakukan jajaran Satpol PP Kutim, bersama TNI/Polri dan Dinas Kesehatan Kutai Timur.

Seperti yang dilakukan di kawasan simpang empat Jalan APT Pranoto, Jalan Diponegoro dan Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sangatta Utara, Selasa (13/10/2020).

Tim gabungan kembali melakukan penertiban pada warga yang melintas menggunakan kendaraan roda dua tanpa menggunakan masker.

Baca juga: Calon Gubernur Petahana Dilapor, Begini Reaksi Ketua Bawaslu Kaltara Suryani

Baca juga: Mantan Pimpinan Bawaslu Kaltara Mumaddadah Laporkan Petahana, Ini Masalahnya

Baca juga: Pengerjaan Hampir Selesai, Dua Gereja Progam TMMD Ke 109 Kodim 0907 Tarakan Capai 96 Persen

Kendaraan dihentikan, pengendara maupun penumpang yang tidak menggunakan masker langsung diajak menepi dan diberikan pengarahan.

Usai pengarahan, petugas pun memberi sanksi sosial, berupa bersih-bersih lingkungan sekitar. Mereka memunguti dedaunan, maupun sampah plastik atau lainnya yang mengotori tepi jalan.

“Sekitar 17 warga yang kita tertibkan di kawasan simpang empat APT Pranoto, Jenderal Sudirman dan Jalan Diponegoro ini. Mereka kita beri sanksi sosial berupa memungut sampah yang berserakan di jalan,” penyidik Satpol PP Kutim, Dadang di lokasi penertiban.

Di hadapan belasan warga yang terjaring, Dadang didampingi jajaran kepolisian memberi imbauan tentang pentingnya menggunakan masker.

Tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang –orang terdekat.

“Penularan virus corona di Kutim sekarang ini semakin menjadi. Data terakhir, sudah ada 667 yang terpapar dan sembilan di antaranya meninggal. Jadi, kalau pakai masker saja malas, tak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain,” kata Dadang.

Karena, penularan utama adalah dari cairan yang keluar dari hidung maupun mulut.

Kalau hidung dan mulut tidak ditutupi dengan baik, jadi rentan terhadap penularan.

Baca juga: Akhirnya Prabowo Buka Suara, Bongkar Sikap Gerindra Tak 100 Persen Dukung UU Cipta Kerja

Baca juga: Jadwal Debat Kandidat Gubernur Pilgub Kaltara, KPU Sebut 3 Kali Digelar, Ini Daftar Temanya

Baca juga: Ketua KPU Kaltara Suryanata Beber Debat Cagub Kaltara Ada Tema Penanganan Covid-19, Ini Jadwal Debat

“Sekarang ini, kebanyakan pasien yang terkonfirmasi positif adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). Dari luar terlihat baik-baik saja. Tetapi tubuhnya merupakan pembawa virus dan bisa menularkan pada orang lain. Kita sendiri kadang tidak tahu, apakah kita sehat, atau sedang terpapar. Karena tidak ada gejala atau keluhan apapun,” ujarnya.

Usai memberi sanksi, tim gabungan pun meminta belasan warga yang terjaring itu tak lupa menggunakan masker.

“Nanti, kalau jalan lagi, jangan lupa maskernya. Hukumannya jangan diambil hati ya. Jangan dongkol. Ini merupakan langkah penertiban. Kita belum berlakukan hukuman membeli masker. Ini baru sanksi sosial aja,” ungkapnya.

( TribunKaltara.com / Sarita )

Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved