Kurir Sabu

Menyamar Jadi Penjual Telur, Kurir Sabu Asal Samarinda Diringkus Polisi

KA (27). Kini ia menyandang status tersangka pengedar narkoba jenis sabu. KA menyamar menjadi penjual telur

Editor: Junisah
TRIBUNKALTIM.CO
Kurir sabu menyamar menjadi penjual telur 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN - Guna memastikan tindak pidana berjalan dengan mulus, salah satunya dengan trik penyamaran. Seperti yang digunakan oleh KA (27). Kini ia menyandang status tersangka pengedar narkoba jenis sabu yang berhasil diringkus sekitar pukul 22.50 WITA, Kamis (08/10/2020).

Modus tersebut tidak membikin kepolisian habis akal. Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Mukhamad Masud menyampaikan bahwa dalam proses penangkapan, anggota yang dikerahkan pun turut menggunakan metode yang sama, yaitu penyamaran.

"Kita berpura-pura sebagai pembeli. Kita pesan narkoba jenis sabu dari Samarinda. Setelah pemesanan kami diterima, kemudian mereka kirimkan kurir ke Balikpapan," tutur Kompol Mukhamad Masud, Rabu (14/10/2020)

Kurir tersebut, sambung Kompol Mukhamad Masud, menggunakan mobil jenis pick-up berwarna hitam dengan muatan telur sebanyak 23 ikat.

Rizky Billar Jatuh Sakit hingga Dirujuk ke Rumah Sakit, Sosok Ini Ungkap Reaksi Lesti Kejora

Jadwal Liga Inggris, Big Match Everton vs Liverpool dan Man City vs Arsenal, Man United Main Tandang

1 Pegawai Meninggal Akibat Covid-19, 5 Orang Reaktif, Disbudpar PPU Terapkan Work From Home

"Setelah anggota kami bertemu dengan si kurir, kemudian kita gelandang ke ATM. Seketika kami bekuk pelaku. Melihat gelagat anggota seperti itu, KA lempar narkoba tersebut dari kantongnya," urainya.

KA sendiri ketika dikonfirmasi, hanya mengaku dijebak. Sehingga pada awalnya dia tidak mengetahui bahwa sepanjang perjalananya ke Balikpapan membawa barang haram.

"Saya cuma dijebak, Pak. Pertamanya saya belum tau (bawa sabu)," sebut KA.

Mengenai barang bukti yang diamankan di Mapolsek Balikpapan Utara berupa sepaket sabu seberat sembilan gram dan satu unit mobil jenis pick-up yang digunakan sebagai sarana pengantaran.

Soal sanksi, Kompol Mukhamad Masud menerangkan KA akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2), UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Pasal 114 ayat (2) sendiri berbunyi terdakwa dijerat pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun ditambah denda maksimum Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah) ditambah 1/3.

Sementara, jika KA didakwa dengan pasal 112 ayat (2), maka akan dikenakan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun, paling lama 20 tahun. Termasuk denda paling banyak Rp 8.000.000.000 (delapan miliar rupiah) ditambah 1/3.

(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved