Senin, 13 April 2026

Dini Hari Sebuah Rumah di Samarinda Terkena Longsor, Tertimpa Pohon Besar Hingga Terbelah Jadi Dua

Dini hari sebuah rumah di Samarinda terkena longsor, tertimpa pohon Besar hingga terbelah jadi dua.

TRIBUNKALTARA.COM MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Minggu (18/10/2020) dini hari tadi sekitar pukul 03.20 Wita, pohon aren dengan tinggi berkisar 10 meter menimpa sebuah rumah milik Sinaryansyah, Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, kali ini Warga RT 17. TRIBUNKALTARA.COM MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA - Dini hari sebuah rumah di Samarinda terkena longsor, tertimpa pohon Besar hingga terbelah jadi dua.

Fenomena La Nina yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu, mulai menampakkan dampaknya.

Masyarakat diminta waspada saat curah hujan tinggi yang turun di langit Kota Tepian hingga akhir tahun 2020.

Baca juga: UPDATE Tambah 30 Terkonfirmasi Positif, Kasus Covid-19 di Balikpapan Jadi 3.573, 40 Selesai Isolasi

Baca juga: Abrasi Masih Hantui Pantai di Balikpapan Kaltim, Disporapar Akan Ajukan Anggaran Perbaikan

Baca juga: Hasil Laporan Masyarakat, Polsek Sangatta Gagalkan Peredaran 2 Poket Sabu Seberat Lebih 13 Gram

Sabtu (17/10/2020) kemarin, hujan yang turun sangat lebat juga berakibat banjir dibeberapa ruas jalan Samarinda.

Terbaru pada Minggu (18/10/2020) dini hari sekitar pukul 03.20 Wita, pohon aren dengan tinggi berkisar 10 meter menimpa sebuah rumah milik Sinaryansyah, Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, kali ini Warga RT 17 menjadi korban akibat longsor tersebut.

Setelah beberapa pekan lalu juga terjadi longsor di sebuah kebun milik warga (1 September 2020, silam).

Besarnya pohon yang menimpa rumah membuat bangunan terbelah menjadi dua, beruntung tak ada korban jiwa pada peristiwa kali ini.

Pemilik rumah, Sinaryansyah mengaku sebelum pohon menimpa rumahnya, baru saja pulang kerja, rasa letih belum terlepaskan, ia pun bergegas untuk istirahat.

"Saya baru saja pulang kerja, baru saja hendak melepas penat beristirahat saya mendengar ada suar gemuruh," sebut Suniaryansyah, ditemui Minggu (18/10/2020).

Gemuruh, suara yang berasal dari atap rumah membuat ia beranjak dan membawa serta buah hatinya serta memberitahu sang istri agar keluar dari rumah, benar saja apa yang dipikirkan Sinaryansyah.

"Saya dengar seperti suara batu jatuh dari atas atap, langsung spontan melindungi anak dan istri," jelasnya.

Pohon yang terseret akibat longsoran tanah, seketika menimpa tepat di ruang kamar tidurnya, gerak spontan yang lakukan  membuat nyawa buah hatinya terselamatkan.

Bersyukur tak ada korban jiwa dari peristiwa ini.

Dikonfirmasi saat melakuka penanganan di lokasi, Staff Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda, Sunardi Siman beserta relawan gabungan, unsur Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) kota Samarinda, dan juga Tagana Samarinda menegaskan, peristiwa yang terjadi dini hari tersebut mengakibatkan satu rumah rusak parah dan satu bangunan terkena dampak.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved