Breaking News:

Lapas Klas II A Samarinda

Waga Binaan Lapas Samarinda Meninggal Dunia, Pihak Lapas Sebut Tidak Ada Unsur Kekerasan

WBP 41 tahun meninggal dunia di dalam blok rehabilitasi pada Minggu (18/10/2020) sekitar pukul 06.30 WITA.

TRIBUNKALTIM.CO
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, tempat dimana WBP ditemukan tak bernyawa di dalam blok rehabilitasi pada Minggu (18/10/2020) sekitar pukul 06.30 WITA 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA - Penyelidikan internal terkait Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berinisial IK alias AC yang meninggal dunia di Blok Rehabilitasi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Samarinda, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Provinsi Kalimantan Timur. WBP berusia 41 tahun telah dilakukan diketahui meninggal dunia di dalam blok rehabilitasi pada Minggu (18/10/2020) sekitar pukul 06.30 WITA.

Penyelidikan internal dilakukan, hasilnya, Kepala Lapas Klas II A Samarinda, Mohammad Ilham Agung Setyawan menyatakan, tidak menemukan adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh napi lainnya maupun bawahannya, terhadap almarhum IK.

"Meninggalnya mendadak, tidak ada yang tahu. Karena sebelumnya, WBP tersebut masih terlihat menonton televisi. Diketahui tidak sadarkan diri, ketika dibangunkan pada pagi harinya," jelas Ilham, Selasa (20/10/2020) hari ini dikonfirmasi lewat telepon.

Ilham juga menjelaskan, kondisi dalam Lapas tidaklah seperti dahulu. Kekerasan antar WBP masih kerap ditemukan.

Hari Ulang Tahun Ke-21 Kabupaten Malinau Dilakukan Sederhana, Prioritaskan Protokol Kesehatan

Kabupaten Nunukan Zero Covid-19, 4 Sekolah Akan Dibuka Belajar Tatap Muka, Ini Syaratnya

Perbaikan Lokasi Longsor di Kota Tarakan Dilakukan Pemkot Tarakan Bersama Masyarakat

Terkait almarhum (WBP) yang berasal dari Lapas Klas II B Tenggarong, Kukar, kemudian dipindahkan ke Lapas Klas II A Samarinda, Ilham menjelaskan.

"Dia merupakan warga binaan yang dipindahkan dari Lapas Klas II B Tenggarong ke Lapas Samarinda sejak September 2020 lalu. Dari sana (Lapas Tenggarong) tidak ada penjelasan mengenai riwayat kesehatannya, dan di klinik Lapas pun dia tidak pernah mendapati WBP mengeluh sakit," ungkap Ilham.

Lantaran hal tersebut, Ilham menegaskan, dirinya juga tidak bisa memastikan apa yang sebenarnya, menyebabkan WBP meninggal dunia.

"Kami tidak tahu persis mengenai medis. Lebih pastinya dan untuk mengetahuinya, ya dilakukan autopsi. Namun dari pihak keluarga menolaknya," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, WBP Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Samarinda, ditemukan tak bernyawa di dalam blok rehabilitasi pada Minggu (18/10/2020) sekitar pukul 06.30 WITA.

Hari Ini Pembangunan Jembatan Penghubung Warga Kecamatan Tarakan Utara dan Barat Rampung Dikerjakan

Kabupaten Nunukan Zero Pasien Covid-19, Jubir Satgas Covid-19 Aris Sebut Antisipasi Transmisi Lokal

Dari keterangan rekannya (satu blok) tidak ada keluhan sakit, pada sebelumnya almarhum masih terlihat sehat hingga malamnya. Dan subuh sekitar pukul 03.30 WITA dia juga masih sempat menonton televisi dan salat.

Hingga akhirnya, almarhum IK, dibangunkan oleh rekannya. Disitulah ia (almarhum) tak lagi bergerak. Rekannya pun memberitahu petugas Lapas terkait hal ini.

Saat akan dibangunkan, tepat pukul 06.30 WITA, oleh rekannya, tidak bangun dan sudah tidak gerak. Pihak Lapas langsung membawa ke rumah sakit. Ternyata mendapat informasi sudah meninggal dunia

Penyebab tewasnya IK pun menjadi tanda tanya, pasalnya tidak diketahui sebab pastinya. Saran Polisi untuk dilakukan autopsi pada jasad Ikhsan itupun ditolak keluarganya yang menyatakan Ikhsan memiliki riwayat penyakit jantung.

(*)

Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved