Breaking News:

Dinas Pendidikan Balikpapan

Orangtua Protes Hasil Belajar Anak Tak Maksimal, Disdik Balikpapan Dorong Kurikulum Darurat

Banyak orangtua yang protes. Sebab hasil pembelajaran anaknya berbeda, antara dilakukan pembelajaran daring dengan tatap muka.

TRIBUNKALTIM.CO
ilustrasi salah satu siswa yang melakulan pembelajaran daring di tengah pandemi Covid-19 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN- Keterlambatan regulasi yang kerap terjadi di pemerintahan seringkali menjadi kendala tersendiri di daerah, khususnya.

Sekolah maupun dinas pendidikan harus melakukan inovasi dalam menerapkan pembelajaran jarah jauh (PJJ).

Hal ini mengakibatkan tidak adanya standar pasti bagaimana sekolah mengimplementasikan pola belajar daring.

Menindaklanjuti ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan, perlu ada kurikulum relaksasi atau darurat.

Pasalnya banyak orangtua yang protes. Sebab hasil pembelajaran anaknya berbeda, antara dilakukan pembelajaran daring dengan tatap muka.

Bank Indonesia Kalimantan Utara Gelar Webinar Soal Ketahanan Pangan, Jaga Inflasi Tetap Rendah

Terdengar Suara Tembakan di Mushola, Polisi di Selayar Sulawesi Selatan Tewas, Berikut Kronologinya

Sembilan Orang Meninggal Dunia Seusai Santap Mie di China,Terkuak Mie Disimpan Satu Tahun di Freezer

"Bisa dimaklumi ada situasi yang tidak maksimal. Dan diharapkan ada kurikulum darurat saat pandemi ini," katanya, Rabu (21/10/20).

Menurutnya, di masa pandemi, para guru juga harus bisa memanfaatkan KKG serta MGMP untuk meningkatkan inovasi pembelajaran.

Sebab, proses pembelajaran digital akan tetap dilakukan. Pun assesment secara Nasional juga dilakukan berbasis TIK.

"Para guru harus berbenah diri untuk bisa optimal melaksanakan pembelajaran daring," ujar Muhaimin.

TNI Antar Pulang Mahasiswa Usai Demonstrasi di Patung Kuda Jakarta, Puluhan Pelajar Diamankan Polisi

Tito Karnavian Cium Aroma Tak Netral Penyelenggara Pilkada, Sebut Ada Calon yang Pasang Orang di KPU

Sementara itu, persolan transformasi pendidikan memang diakuinya tetap akan dilakukan. Baik ada pandemi atau tidak.

Namun, pihaknya juga ingin proses pembelajaran tatap muka tetap bisa dilakukan jika Kota Balikpapan berada di zona kuning atau hijau.

"Di masa transformasi, kita akan laksanakan proses tatap muka. Kita harap transisi transformasi ini bisa menggabungkan keduanya," pungkas Muhaimin.

(*)

Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved